Introvert vs Social Anxiety, Serupa Tapi Tak Sama

MALE INSPIRE.id – Orang introvert biasanya dikenal tertutup dan senang menyendiri.

Terkadang, ada persepsi jika orang introvert sama dengan penderita social anxiety, padahal faktanya kedua hal itu sangatlah berbeda.

Individu dengan kepribadian introvert dan social anxiety sama-sama suka menghabiskan waktu sendiri. Bedanya, introvert adalah kepribadian, sedangkan social anxiety merupakan gangguan kesehatan mental.

Baca juga: Cara Mendapatkan Kebahagiaan ala Introvert

Definisi introvert dan social anxiety

Sebagaimana dirangkum dari laman Mental Health America, introvert adalah suatu ciri kepribadian, bukan kondisi kesehatan mental.

Orang introvert mendapatkan energi dari dalam, yang berarti mereka membutuhkan banyak waktu sendirian untuk memulihkan tenaga.

Banyak introvert lebih menyukai lingkungan yang minim rangsangan. Tak hanya itu itu, mereka juga sering kali melakukan aktivitas solo atau menghabiskan waktu di tempat yang familiar, atau bersama orang yang dikenal baik.

Berada di lingkungan sosial yang lebih sibuk atau aktif tidak serta merta menimbulkan kecemasan. Hanya saja, introvert membutuhkan lebih banyak energi untuk aktif.

Sedangkan, social anxiety atau kecemasan sosial merupakan salah satu dari lima jenis utama gangguan kecemasan. Social anxiety ditandai dengan rasa gugup dan takut yang signifikan dalam situasi sosial atau ketika memikirkan situasi sosial.

Kecemasan tersebut umumnya bermula dari rasa takut akan penolakan atau penilaian negatif.

Individu dengan social anxiety akan menghindari situasi atau lingkungan sosial karena khawatir tentang bagaimana mereka akan diterima, meskipun mereka ingin bergabung.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tempat Kerja

Perbedaannya

Terdapat lima poin yang membedakan orang introvert dengan penderita social anxiety, yaitu:

1. Penyebab keinginan menyendiri

Seseorang dengan social anxiety menghindari situasi sosial berakar pada rasa takut dan memilih menyendiri karena itulah satu-satunya cara untuk merasa aman.

Sementara introvert ketika memilih untuk sendirian, hal itu berakar pada kesenangan dan perawatan diri, bukan perlindungan diri.

2. Cara menghadapi orang baru

Penderita social anxiety kemungkinan menghindari orang baru. Ketakutan menghalangi mereka untuk menjadi lebih dekat atau mengundang orang baru menghabiskan waktu bersama.

Di sisi lain, introvert umumnya terbuka untuk berhubungan dengan orang baru asalkan mereka bisa melakukannya dengan cara mereka.

3. Reaksi dalam situasi sosial

Orang dengan social anxiety sering kali membuat orang lain merasa tidak enak sejak awal situasi sosial (bahkan saat menyusun rencana), atau bereaksi terhadap komentar atau interaksi secara negatif.

Introvert tidak terlalu sering berinteraksi, dan kebutuhan untuk waktu sendiri tidak disebabkan oleh sesuatu yang spesifik.

Mereka mungkin akan berakhir dikucilkan, dan membiarkan diri memiliki waktu senggang untuk memulihkan tenaga.

Baca juga: Banyak Pria jadi Hikikomori, apa Penyebabnya?

4. Apa yang dirasakan selama berada dalam situasi sosial

Penderita social anxiety juga mengalami kecemasan sepanjang situasi sosial, dan merasa kesepian di antara orang banyak daripada menikmatinya.

Hal ini jarang terjadi pada orang introvert. Mereka umumnya bisa bersenang-senang dan bersantai ketika bergabung dalam situasi sosial dan mampu menghidupkan suasana.

5. Apa yang didapatkan selama menyendiri

Bagi mereka yang mengalami social anxiety, waktu menyendiri tidak akan menyegarkan mereka. Hal ini mungkin dapat memberikan kelegaan sementara dari perasaan cemas, tetapi tidak membuat mereka lebih baik atau lebih mampu menangani interaksi di masa depan.

Bedanya, memiliki waktu berkualitas ketika sendirian adalah bagian penting dari kebutuhan istirahat dan kembalinya energi introvert, sehingga mereka lebih mampu menangani interaksi sosial lainnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*