Risiko AI Militer dan Pudarnya Kedaulatan Berpikir Manusia
Risiko AI Militer yang paling berbahaya: bukan robot pembunuh, melainkan “penyerahan kognitif” manusia yang mulai berhenti mempertanyakan algoritma.
Risiko AI Militer yang paling berbahaya: bukan robot pembunuh, melainkan “penyerahan kognitif” manusia yang mulai berhenti mempertanyakan algoritma.
Meta memperkenalkan Meta Muse Spark, model AI multimodal terbaru yang menjadi otak di balik Meta AI untuk pengalaman pengguna yang lebih personal dan cerdas.
Mega bintang sepak bola, Cristiano Ronaldo, resmi menjadi investor startup AI, Perplexity. CEO Aravind Srinivas memuji rasa ingin tahu Ronaldo, menandai kolaborasi lintas dunia yang unik dan peluncuran fitur eksklusif Ronaldo Hub.
YouTube Music tengah menguji fitur baru yang menarik perhatian, yakni AI Music Host.
Laporan World Economic Forum (WEF) berjudul “Future of Jobs Report 2025″ yang terbit awal tahun ini memprediksi 15 pekerjaan yang hilang dalam rentang waktu 2025-2030.
Dalam sebuah pencapaian bersejarah bagi ekonomi global dan sektor teknologi, Nvidia resmi menjadi perusahaan publik pertama di dunia yang mencapai kapitalisasi pasar sebesar 4 triliun dolar AS atau lebih kurang Rp 65.200 triliun.
Bos besar Meta, Mark Zuckerberg, serius ingin menjadikan Meta sebagai raja kecerdasan buatan atau AI (artificial intelligence).
Ilmuwan komputer di bidang kecerdasan buatan (AI) Geoffrey Hinton mengutarakan kekhawatirannya terhadap perkembangan AI. Hinton mengatakan ada kemungkinan 10-20 persen kecerdasan buatan akan mengambil alih manusia di masa depan.
Nicolas Cage menyinggung soal kecerdasan buatan atau AI. Ia mengatakan, dirinya percaya kekuatan robot tidak bisa bermimpi.
Pengembangan AI DeepSeek yang disebut memakan biaya lebih rendah membuat perusahaan AS dan Eropa ketakutan. DeepSeek disebut berpotensi membuat industri AI jungkir balik.
Copyright © 2026 | Theme by Male Inspire