Rafael van der Vaart Kritik Pedas Timnas Belanda Usai Angkat Koper dari Piala Dunia 2026

rafael van der vaart kritik belanda

MALEINSPIRE.id – Kekalahan tragis tim nasional Belanda dari Maroko lewat babak adu penalti pada Senin malam memicu gelombang kekecewaan besar. Salah satu kritik paling pedas datang dari analis sekaligus legenda sepak bola Oranje, Rafael van der Vaart.

Rafael van der Vaart mengaku sangat kecewa dengan tersingkirnya Belanda, terutama karena strategi eksperimental yang mendadak diterapkan oleh pelatih kepala Ronald Koeman di laga sekrusial itu.

Kritik Rafael van der Vaart kepada Blunder Taktik Ronald Koeman

Dalam pertandingan yang berlangsung di Meksiko tersebut, Koeman secara mengejutkan mengubah pakem dengan menurunkan skema lima bek di lini belakang.

Langkah ini ditandai dengan ditariknya gelandang Tijjani Reijnders untuk digantikan oleh bek Nathan Aké.

Perubahan mendadak ini dinilai Rafael Van der Vaart sebagai bukti kegagalan dari seorang pelatih berpengalaman.

Menurut Van der Vaart, tim nasional Belanda sebenarnya sudah berhasil melewati fase grup yang sulit dengan cukup baik dan permainan tim mulai berjalan lancar.

Ia pun mempertanyakan apa yang ada di dalam kepala Koeman sehingga sang pelatih memutuskan untuk melakukan segalanya secara berbeda saat menghadapi Maroko.

“Aku benar-benar nggak ngerti sama sekali,” gerutu mantan gelandang Real Madrid tersebut dengan nada kesal.

Sorotan Tajam untuk Performa Frenkie de Jong

Selain mengkritik keputusan sang juru taktik, Van der Vaart juga memberikan rapor merah kepada gelandang andalan Barcelona, Frenkie de Jong.

Ia menilai laga hari itu merupakan pertandingan terburuk De Jong yang pernah ia lihat.

Kendati demikian, ia juga tidak menutup mata bahwa performa jeblok tersebut merupakan imbas dari ketidakcocokan sistem taktik yang dipasang.

Van der Vaart memaparkan bahwa lini tengah Maroko adalah sektor terkuat mereka, namun skuad Oranje justru hanya menghadapinya dengan menaruh dua pemain tengah saja.

Meski mengaku tidak belajar secara formal untuk menjadi pelatih, ia menganggap keputusan tersebut sangat ceroboh.

Lebih lanjut, ia menilai Frenkie de Jong hanya akan tampil bersinar saat tim nasional Belanda menguasai bola.

Sayangnya, pada laga tersebut Belanda sama sekali kehilangan kendali permainan.

Akibat taktik yang tidak berjalan ini, De Jong menjadi tidak terlihat di lapangan, dan penyerang andalan seperti Cody Gakpo pun akhirnya terisolasi tanpa mendapatkan pasokan bola yang matang.