Mengenal Istilah Dry Texting dalam Hubungan

MALE INSPIRE.id – Belakangan ini istilah dry texting ramai diperbincangkan di media sosial.

Beberapa pengguna di X (dulunya Twitter) menuliskan dry texting adalah orang yang membalas pesan dengan kata-kata yang singkat, berulang, dan membosankan.

Hal ini mungkin juga pernah Anda alami. Saat mengirimkan pesan singkat (chatting) di WhatsApp atau Telegram kepada wanita pujaan, bisa jadi ia hanya membalas pesan seadanya.

Baca juga: 6 Kode Mantan Kekasih Belum bisa Melupakan Anda

Pesan singkat tersebut biasanya tidak diikuti kalimat lain atau hanya berupa balasan akronim. Misalnya, kata “ok” ditulis dengan “K” saja, atau lawan bicara hanya memberikan jawaban singkat “iya/ya”.

Bagi sebagian orang dry texting cukup sensitif. Pasalnya balasan singkat itu bisa mengindikasikan emosi atau menggambarkan ia tidak tertarik dengan seseorang.

Pengertian dry texting

Dilansir laman Vogue, istilah dry texting merujuk pada orang-orang yang hanya menjawab dengan satu kata atau tidak melanjutkan percakapan secara menarik.

“Pelaku” dry texting ini mungkin hanya mengirim pesan singkat seperti “wyd“, “ha ha“, “ya,” dan lainnya tanpa menambahkan lebih banyak detail. Hal itu bisa membuat penerima merasa bosan.

Juga, dry texting kerap dianggap sebagai tanda bahwa pengirim pesan kurang tertarik dengan pembahasan yang sedang Anda bicarakan.

Secara umum, dry texting dapat mencakup berbagai situasi, mulai dari pesan yang terlalu singkat dan formal hingga pesan yang kurang memiliki nuansa emosional atau keceriaan.

Baca juga: Tips Menghindari Selingkuh di Lingkungan Pekerjaan

Contohnya

Berikut beberapa contoh kata-kata atau respons yang dapat dianggap sebagai dry texting, di mana isi pesan terasa kurang bersemangat atau kurang memiliki daya tarik emosional:

  • Oke
  • Ya
  • Bagus
  • Sip
  • Wkwk
  • Haha
  • Apa kabar?
  • Baik
  • Nanti aja
  • Tentu

Penting untuk diingat bahwa konteks dan hubungan antar individu dapat memengaruhi bagaimana pesan diterima.

Terkadang, penggunaan kata-kata singkat ini disesuaikan pada situasi atau pembicaraan yang sedang berlangsung.

Baca juga: Cari Jodoh dengan Relationship Goals yang Sama di Hari Valentine

Dry texting bisa disebabkan oleh berbagai faktor

Kendati demikian, tak semata-mata seseorang mengirim dry texting kepada Anda hanya karena ia tidak tertarik mengobrol.

Seperti dikutip laman TextGod, hal ini bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari pengguna yang sibuk sehingga menjawab seadanya, kelelahan atau sedang malas memberikan jawaban panjang lebar, atau ia berada dalam suasana hati yang kurang baik.

Claudia Cox, pelatih hubungan dan pendiri Text Weapon mencatat bahwa dalam setiap hubungan, pasti ada pesan singkat yang membosankan.

“Bahkan pasangan paling bergairah pun akan melalui masa-masa ketika percakapan terhenti,” kata Cox, sebagaimana dikutip laman Cosmopolitan.

“Salah satu pasangan bisa saja lelah, stres, merasa mual, atau hanya merasa kesulitan.”

Pricilla Martinez, CEO Regroop Coaching, sepakat bahwa percakapan yang singkat tidak berarti permainan berakhir.

“Bagi sebagian orang, berkirim pesan hanyalah alat untuk membuat rencana bertemu. Jangan menganggap pembicaraan terhenti karena mereka tidak tertarik,” sebut wanita itu.

Perlu digarisbawahi, pesan singkat biasanya merupakan pola jawaban satu kata yang konsisten atau percakapan yang gagal. Artinya, ketika seseorang sesekali membalas Anda dengan “Hei” atau “K” bukan berarti obrolan tersebut otomatis terhenti.

Ajak si dia bertemu tatap muka

Wanita yang Anda sukai mungkin bukan tipe orang yang senang mengirim pesan. Bisa juga dia sangat sibuk dengan rutinitas sehari-hari.

Jika Anda benar-benar tertarik pada wanita itu, tanyakan kepadanya mengenai pertemuan secara langsung.

Martinez bahkan menyarankan untuk mengetahui gaya komunikasi lawan bicara kita.

“Jangan takut untuk bertanya apakah ia lebih suka berbicara melalui telepon, video call, atau sekadar bertemu langsung.” imbuh Martinez.

Mengirim pesan kepada seseorang yang tidak Anda kenal dekat itu bisa terasa sulit. Sebab, Anda tidak dapat mengetahui nada bicara atau bahasa tubuhnya. Juga, Anda tidak dapat memastikan mereka tahu Anda sedang bercanda ketika mengirimkan meme.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*