Studi: Memperpanjang Waktu Liburan bisa Bantu Selamatkan Lingkungan

MALE INSPIRE.id – Ada dua cara yang biasa dilakukan wisatawan untuk menikmati liburan, yaitu melakukan perjalanan singkat namun lebih sering, atau memperpanjang waktu liburan di satu destinasi.

Jika Anda termasuk orang yang lebih senang memperpanjang waktu liburan di satu tempat, maka Anda turut berkontribusi dalam upaya menyelamatkan lingkungan. Mengapa demikian?

Sebagaimana diberitakan Business Insider, studi terbaru dari Mastercard Economics Institute menemukan bahwa wisatawan di seluruh dunia menghabiskan rata-rata satu hari lebih lama di destinasi mereka dibandingkan pada 2019.

Baca juga: Berencana Liburan ke Singapura, Pahami Aturan ini

Di kawasan Eropa, Afrika, dan Timur Tengah, wisatawan memperpanjang waktu liburan mereka dua hari lebih lama dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.

Ini adalah kabar baik bagi kesejahteraan planet Bumi, karena traveling disebut dapat berdampak negatif pada lingkungan.

“Kita berada dalam perlombaan terbesar zaman kita, perlombaan menuju emisi karbon nol,” kata CEO Sustainable Travel International, Paloma Zapata kepada Business Insider.

“Saat  bepergian, kita mengonsumsi banyak sumber daya.”

Perjalanan dengan durasi panjang lebih berkelanjutan

Para ahli keberlanjutan menyatakan, traveling singkat yang sering lebih merusak lingkungan dibandingkan traveling yang lebih jarang tetapi berdurasi lebih lama.

Justin Francis, co-founder dan CEO perusahaan evaluasi perjalanan Responsible Travel angkat bicara mengenai hal ini.

“Perjalanan yang lebih jarang tetapi berdurasi lebih lama berarti lebih sedikit mil udara, lebih banyak uang masuk ke tangan warga lokal, dan Anda juga memiliki perjalanan yang lebih santai,” kata dia.

Baca juga: Kolaborasi BCA dan Garuda Indonesia, Hadirkan Layanan untuk Kebutuhan Traveling

Menurut Badan Perlindungan Lingkungan AS, sekitar sembilan persen dari emisi karbon transportasi pada 2022 berasal dari perjalanan udara, dan 57 persen berasal dari kendaraan.

Zapata juga menambahkan, industri penerbangan menyumbang setidaknya setengah dari total emisi karbon dalam sebuah perjalanan.

Jika wisatawan yang memperpanjang waktu liburan juga mengurangi jumlah perjalanan, mereka akan memesan lebih sedikit tiket pesawat, yang pada akhirnya mengurangi emisi karbon.

Hal ini terutama berlaku bagi orang-orang yang melakukan perjalanan jarak jauh, kata Jessica Blotter, CEO dan co-founder Kind Travel, perusahaan yang bergerak di bidang manfaat publik.

Baca juga: 6 Tips Solo Traveling dengan Sepeda Motor

Blotter menyarankan untuk memperpanjang durasi perjalanan jarak jauh agar pengalaman liburan menjadi lebih maksimal, dan wisatawan tidak melakukan perjalanan lain dalam waktu dekat.

“Memesan beberapa perjalanan jarak jauh per tahun tidak berkelanjutan atau tidak ramah karbon,” tuturnya.

Selain itu, para ahli juga merekomendasikan wisatawan untuk menginap di hotel yang berkelanjutan, makan di restoran milik lokal, dan berbelanja cendera mata yang dibuat oleh penduduk setempat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*