Menempuh penerbangan lintas benua sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para pelancong. Salah satu kendala utama yang kerap membayangi keseruan perjalanan adalah jet lag.
Jet lag bukan sekadar rasa kantuk biasa, melainkan gangguan pada jam biologis tubuh atau ritme sirkadian yang tidak sinkron dengan zona waktu di destinasi tujuan.
Kabar baiknya, riset terbaru dari pakar perjalanan mengungkapkan bahwa efek melelahkan ini sebenarnya bisa diminimalkan secara signifikan.
Kuncinya ternyata terletak pada strategi pemilihan waktu kedatangan yang tepat.
