MALEINSPIRE.id – Kopi mont blanc mulai ramai dibicarakan di media sosial dan menjadi salah satu racikan yang paling sering dicoba para home brewer.
Di tengah tren kopi modern yang terus berkembang, kopi mont blanc mencuri perhatian karena menawarkan kombinasi rasa yang tidak biasa: pahitnya cold brew bertemu creamy layer dan sentuhan citrus yang segar.
Banyak pecinta kopi penasaran karena kopi mont blanc tidak hadir seperti kopi susu pada umumnya.
Tampilannya lebih menyerupai minuman dessert dengan lapisan putih tebal di atas kopi hitam pekat, menciptakan visual yang langsung menarik perhatian.
Tak sedikit kafe kini mulai memasukkan mont blanc ke dalam daftar menu mereka, terutama kedai kopi yang mengusung konsep mocktail coffee.
Kopi Mont Blanc Terinspirasi dari Gunung di Eropa

Menurut Gatot, manager barista Common Grounds Terra Menteng, Jakarta Pusat, kopi mont blanc sebenarnya berasal dari tren kopi di Australia yang kemudian berkembang di berbagai negara, termasuk Indonesia.
“Jadi ada salah satu kafe yang creating menu mocktail coffee, mont blanc biasanya terdiri dari cold brew, ada gulanya, ditambah yang pasti krim dan diberi parutan orange zest sama nutmeg,” kata Gatot.
Nama mont blanc sendiri diambil dari Gunung Mont Blanc yang berada di kawasan Eropa Barat.
“Jadi kenapa dinamakan kopi mont blanc ini karena disebut tampilannya mirip Gunung Mont Blanc di Eropa. Mont blanc kan secara harfiah artinya ‘mont’ itu gunung dan ‘blanc’ itu putih, jadi inspirasinya dari sana,” tambahnya.
Visual minuman ini memang dibuat menyerupai gunung bersalju.
Lapisan putih krim di bagian atas menjadi representasi salju, sementara warna hitam dari cold brew menggambarkan bebatuan gunung di bawahnya.
Perbedaan Kopi Mont Blanc dengan Kopi Susu Biasa

Meski sekilas terlihat seperti kopi susu modern, mont blanc memiliki karakter rasa yang cukup berbeda.
Gatot mengatakan bahwa resep aslinya terdiri dari cold brew yang dipadukan dengan orange cream, lalu diberi tambahan orange zest dan nutmeg atau pala.
Perpaduan tersebut menghasilkan sensasi rasa yang lebih kompleks dibanding kopi susu biasa.
“Kalau dibanding kopi susu biasa, kopi mont blanc rasanya lebih creamy karena layer atasnya pure cream. Terus juga lebih zesty karena ada campuran jeruk tadi,” ujarnya.
Sentuhan orange zest membuat aroma kopi terasa lebih segar dan ringan, sementara pala memberikan karakter hangat yang muncul di akhir tegukan.
Kombinasi ini yang membuat mont blanc terasa unik sekaligus mudah dikenali.
Tren Cold Brew Kembali Digemari
Kemunculan mont blanc juga tidak lepas dari meningkatnya minat pecinta kopi terhadap cold brew.
Menurut Gatot, banyak penikmat kopi mulai kembali menikmati rasa dasar kopi tanpa terlalu banyak campuran manis.
“Americano orang sudah mulai aware lagi. Untuk orang-orang yang ngopi, mereka juga kembali ke basic coffee seperti cappuccino, espresso, dan lain-lain,” katanya.