Studi Ungkap Manfaat Makanan Pedas bagi Kesehatan Jantung

manfaat makanan pedas

MALEINSPIRE.id – Manfaat makanan pedas kembali menjadi perhatian setelah sejumlah penelitian menemukan kaitan antara konsumsi cabai dengan penurunan risiko penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah.

Bagi sebagian orang, makanan pedas bukan sekadar soal rasa, melainkan bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Sensasi panas yang muncul dari cabai sering dianggap mampu meningkatkan selera makan dan membuat pengalaman menyantap makanan terasa lebih nikmat.

Namun di balik rasa “membakar” tersebut, para peneliti menemukan adanya potensi manfaat kesehatan yang cukup menarik.

Sebuah studi terbaru di China bahkan menunjukkan bahwa konsumsi makanan pedas setidaknya sekali dalam seminggu berkaitan dengan risiko penyakit vaskular yang lebih rendah dibanding mereka yang jarang mengonsumsinya.

Manfaat Makanan Pedas dan Risiko Penyakit Jantung

Studi yang dipublikasikan dalam Chinese Medical Journal dan dikutip oleh Food & Wine melibatkan sekitar 486 ribu orang dewasa di China.

Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang rutin mengonsumsi makanan pedas memiliki kemungkinan lebih kecil mengalami penyakit vaskular dibanding mereka yang hampir tidak pernah makan cabai.

Efek tersebut disebut paling terasa pada kelompok yang berisiko mengalami penyakit jantung iskemik, yaitu kondisi ketika aliran darah menuju jantung berkurang sehingga dapat memicu nyeri dada hingga serangan jantung.

Menariknya, hubungan positif ini juga lebih terlihat pada peserta berusia lebih muda dan masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan.

Penelitian Sebelumnya Menemukan Hasil Serupa

manfaat makanan pedas

Temuan mengenai manfaat makanan pedas sebenarnya bukan hal baru.

Pada 2017, studi dari University of Vermont yang dipublikasikan di PLOS One menganalisis kebiasaan lebih dari 16 ribu orang dewasa di Amerika Serikat.

Studi tersebut menemukan bahwa konsumsi cabai merah pedas berkaitan dengan penurunan risiko kematian secara keseluruhan hingga 13 persen.

Temuan itu kemudian diperkuat lagi melalui analisis yang dipresentasikan dalam forum American Heart Association pada 2020.

Analisis tersebut melibatkan lebih dari 570 ribu responden dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Italia, China, dan Iran.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi cabai memiliki risiko penyakit kardiovaskular 26 persen lebih rendah dan risiko kematian akibat berbagai penyebab sekitar 25 persen lebih kecil.

“Kami cukup terkejut menemukan bahwa konsumsi cabai secara rutin dalam berbagai studi sebelumnya ternyata berkaitan dengan penurunan risiko kematian, termasuk akibat penyakit jantung dan kanker,” kata ahli jantung Bo Xu.

Capsaicin Jadi Kunci Utama dalam Cabai

Para peneliti menyebut bahwa kandungan capsaicin dalam cabai diduga menjadi faktor utama yang memberikan efek positif terhadap kesehatan.

Capsaicin dikenal sebagai senyawa aktif yang menghasilkan sensasi pedas pada cabai.

Dalam studi yang diterbitkan di Chinese Medical Journal, senyawa ini disebut mampu membantu mengontrol metabolisme kolesterol, meningkatkan fungsi pembuluh darah, dan mengurangi stres oksidatif dalam sistem vaskular.

Selain itu, capsaicin juga diyakini dapat meningkatkan produksi oksida nitrat yang membantu menjaga kelenturan pembuluh darah dan mendukung sirkulasi darah yang lebih baik.

Konsumsi Pedas Tetap Perlu Batas

Meski berbagai studi menunjukkan potensi positif, para peneliti tetap mengingatkan bahwa konsumsi cabai perlu dilakukan dalam jumlah wajar.

Makanan pedas yang dikonsumsi secara berlebihan tetap berisiko memicu gangguan kesehatan lain, terutama pada sistem pencernaan.

Karena itu, manfaat kesehatan dari cabai sebaiknya dipahami sebagai bagian dari pola hidup sehat secara keseluruhan, bukan solusi tunggal.

Pada akhirnya, cabai mungkin memang menawarkan lebih dari sekadar rasa pedas di lidah. Di balik sensasi panasnya, tersimpan potensi manfaat yang perlahan mulai dipahami lebih dalam oleh dunia medis.