Sejarah Kota Jericho, Permukiman Terpahat Waktu di Tanah Palestina

kota jericho

MALEINSPIRE.id – Sejarah Kota Jericho mencatatkan wilayah ini sebagai salah satu pusat peradaban tertua di dunia yang tetap eksis hingga masa modern.

Sebelum berdirinya Palestina modern, kota Jericho kuno telah berdiri sejak 9.000 tahun lalu dan sering diklaim sebagai kota tertua di muka bumi.

Di era modern pasca-Perang Dunia II, kendali atas kota ini sempat berpindah tangan dari Kerajaan Yordania (1949-1967) ke pendudukan Israel (1967-1994), sebelum akhirnya berada di bawah otoritas Palestina sejak tahun 1994 hingga saat ini.

Secara geografis, kota Jericho menempati lokasi strategis di dekat Sungai Yordania dan Laut Mati, menjadikannya titik persimpangan penting menuju Amman dan Galilea.

Menariknya, kota ini merupakan wilayah terendah di muka bumi, terletak sekitar 1.300 kaki di bawah permukaan laut.

Berada di Lembah Jordan yang sangat subur, Jericho dikenal sebagai produsen komoditas pangan berkualitas seperti kurma mejdool, buah-buahan, serta sayur-mayur.

Situs Arkeologi dan Garis Waktu Sejarah Kota Jericho

kota jericho

Eksistensi manusia di wilayah ini diperkirakan telah dimulai sejak zaman Neolitikum, sekitar 9.000 tahun yang lalu.

Bukti arkeologis di situs Tell es-Sultan memperkuat fakta bahwa Jericho telah dihuni secara berkelanjutan melewati berbagai zaman:

  • Zaman Natufia (6800 SM): Dihuni oleh bangsa An-Natifiyyun yang hidup dari berburu dan bertani. Mereka diketahui telah membangun sistem pertahanan berupa tembok selebar 2 meter dan tinggi 10 meter.

  • Masa Nomaden (5000-4000 SM): Dihuni oleh suku Badui yang memiliki tradisi penguburan unik di ruang bawah tanah.

  • Era Dinasti Islam dan Ottoman: Pengaruh Islam menguat pada masa Dinasti Umayyah dengan pembangunan Khirbat al-Mafjar (Istana dan Masjid). Memasuki tahun 1500-an, Jericho menjadi bagian dari Kesultanan Ottoman sebagai desa kecil di Tepi Barat.

Jericho dalam Narasi Agama Samawi

Sejarah kota Jericho tidak hanya terbatas pada data arkeologi, tetapi juga terekam kuat dalam ajaran Samawi.

Dalam catatan Perjanjian Lama, keberadaan sumber air melimpah di Tall Al-Sultan menjadi daya tarik utama bagi pemukiman permanen.

Sementara itu, dalam tradisi Islam, kota ini dikaitkan dengan peristiwa penyelamatan Bani Israil dari pengejaran Fir’aun.

Para sejarawan Muslim meyakini Jericho sebagai tempat yang dipilih Tuhan bagi Nabi Musa dan kaumnya untuk melanjutkan dakwah.

Daya Tarik Wisata dan Warisan Dunia UNESCO

kota jericho

Hingga saat ini, Jericho tetap menjadi magnet bagi wisatawan berkat penemuan benda-benda bersejarah yang berusia ribuan tahun.

Di perbukitannya, berdiri Biara Godaan pada ketinggian 350 meter di atas permukaan laut, yang merupakan jejak para pertapa sejak masa awal Kekristenan.

Terdapat pula Istana Hisham yang megah dengan struktur 16 pilar batu, lengkap dengan aula pemandian air panas dan kolam renang.

Puncak pengakuan internasional terhadap nilai historis kota ini terjadi pada tahun 2023, ketika situs Tell es-Sultan secara resmi diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Dengan lebih dari 20 temuan arkeologi utama, Jericho tetap memegang predikat sebagai kota tertua yang pernah dikenal manusia.