Galeri Kapsul Waktu, Ruang Nostalgia yang Memutar Kembali Roda Zaman

Galeri Kapsul Waktu

MALEINSPIRE.id – Galeri Kapsul Waktu yang terletak di Kelurahan Sungai Sapih, Kota Padang, mungkin tampak seperti warung kelontong biasa dari kejauhan.

Namun di baliknya, tersimpan “mesin waktu” yang mampu membawa siapa pun kembali ke era 1980-an hingga 2000-an.

Di dalam ruangan berukuran 6×8 meter persegi ini, ribuan produk keperluan sehari-hari seperti sampo, sabun, hingga komik dan mainan tertata rapi.

Uniknya, tak satu pun barang di sini untuk dijual atau digunakan; semuanya adalah produk kedaluwarsa yang sengaja dijaga keasliannya sebagai penjaga memori kolektif bangsa.

Bagi sang pemilik, Rivaldo Ferdian, tempat ini lebih dari sekadar ruang pamer.

Setiap kemasan plastik yang mulai kusam atau desain botol sabun yang ikonik di masa lalu adalah potongan puzzle kenangan yang ia susun kembali.

“Barang-barang ini menghidupkan kembali kenangan masa lampau bagi sebagian orang,” ungkapnya dengan nada bangga.

Perjalanan Emosional di Balik Pendirian Galeri Kapsul Waktu

Galeri Kapsul Waktu

Membangun Galeri Kapsul Waktu bukanlah perjalanan yang instan. Hobinya ini mulai ditekuni secara serius saat pandemi Covid-19 melanda.

Berawal dari mengoleksi iklan jadul di majalah lama, Rivaldo tergerak untuk mencari bentuk fisik dari produk-produk yang diiklankan tersebut.

Pencariannya membawa ia menyusuri warung-warung kelontong tua di pinggiran Sumatera Barat, hingga ke daerah Solok.

Salah satu momen yang paling membekas adalah saat ia menemukan sebuah warung tua milik seorang bapak yang sudah lama tutup.

Ternyata, barang-barang tahun 90-an di warung itu tetap dibiarkan utuh oleh sang pemilik sebagai bentuk duka dan pengingat akan anaknya yang telah meninggal dunia.

Melalui pendekatan yang tulus, Rivaldo akhirnya berhasil meyakinkan bapak tersebut untuk memercayakan barang-barang penuh memori itu kepadanya.

Tak hanya itu, dukungan juga datang dari para pengikutnya di media sosial.

Pada tahun 2022, seorang dermawan dari Kalimantan mengirimkan satu kardus penuh barang berharga secara cuma-cuma, termasuk sebuah bedak dari tahun 1890-an yang nilainya tak terhitung oleh angka.

Hal ini membuktikan bahwa dedikasi Rivaldo dalam merawat sejarah kecil masyarakat mendapatkan apresiasi yang luas.

Lebih dari Sekadar Konten: Tempat Menjemput Kenangan yang Hilang

Galeri Kapsul Waktu

Meskipun kini akun Instagram @kapsulwaktunusantara telah memiliki ratusan ribu pengikut dan menjadi sumber pendapatan melalui adsense dan endorse, misi utama Rivaldo tetap pada aspek kemanusiaan.

Galeri Kapsul Waktu telah menjadi tempat “penyembuhan” bagi banyak orang. Ia menceritakan kisah haru seorang pengunjung wanita yang menangis tersedu-sedu saat melihat sebuah produk bedak.

Rupanya, aroma dan bentuk bedak tersebut adalah satu-satunya jembatan memorinya dengan mendiang sang ibu.

Di lain waktu, Rivaldo bahkan merelakan sebuah produk sampo langka yang masih tersegel untuk dikirim kepada seorang warganet tanpa biaya, demi membantunya mengenang sang nenek.

Bagi para pengunjung, mencium aroma dari produk lama ini seperti mencium kembali kasih sayang orangtua di masa kanak-kanak.

Galeri Kapsul Waktu membuktikan bahwa benda mati sekalipun bisa memiliki “nyawa” jika diletakkan di tangan orang yang tepat.

Rivaldo Ferdian telah berhasil mengubah barang-barang yang bagi sebagian orang adalah sampah, menjadi kapsul waktu yang sangat berharga bagi jiwa-jiwa yang merindukan masa lalu.