MALEINSPIRE.id – Peristiwa pembunuhan Abraham Lincoln pada 14 April 1865 di Teater Ford tetap menjadi salah satu momen paling kelam sekaligus penuh teka-teki dalam sejarah Amerika Serikat.
Meskipun pelaku utamanya, John Wilkes Booth, berhasil diidentifikasi, banyak detail di sekitar malam berdarah tersebut yang menyisakan tanda tanya besar bagi kita hingga hari ini.
Mulai dari kelalaian pengawal hingga keberuntungan medis yang ajaib, sejarah mencatat serangkaian kebetulan yang mengubah jalannya peradaban.
Misteri di Malam Pembunuhan Abraham Lincoln
Dibalik duka nasional yang mendalam, terdapat fakta-fakta menarik yang sering kali luput dari buku sejarah sekolah.
Berikut adalah 10 hal yang perlu kita ketahui tentang peristiwa pembunuhan Abraham Lincoln:
1. Absennya Jenderal Ulysses S. Grant
Seharusnya, Jenderal Grant mendampingi Abraham Lincoln di kotak teater malam itu. Namanya bahkan sudah diiklankan di surat kabar untuk menarik minat publik.
Namun, Grant menolak undangan tersebut karena ia dan istrinya ingin pergi ke New Jersey untuk mengunjungi kerabat mereka.
2. Keengganan Abraham Lincoln untuk Pergi
Ironisnya, Lincoln sebenarnya merasa enggan untuk menghadiri pertunjukan tersebut.
Namun, karena Jenderal Grant batal hadir, Lincoln merasa wajib untuk tetap datang agar tidak mengecewakan publik, meskipun saat itu sang istri, Mary Todd, sedang merasa kurang sehat.
3. Bahaya bagi Garis Suksesi Kepemimpinan
Abraham Lincoln sempat mengajak Ketua DPR Schuyler Colfax untuk menemaninya, namun Colfax menolak karena ada janji lain.
Jika Colfax berada di sana, dua orang dalam garis suksesi presiden akan berada dalam bahaya maut secara bersamaan, mengingat Wakil Presiden Andrew Johnson juga menjadi target plot pembunuhan di lokasi berbeda.
4. Mengapa Wakil Presiden Johnson Selamat?
John Wilkes Booth telah menugaskan George Atzerodt untuk membunuh Andrew Johnson di hotel tempat sang Wakil Presiden menginap.
Namun, Atzerodt kehilangan nyalinya dan tidak melakukan serangan apa pun, meskipun ia sudah menyewa kamar tepat di atas kamar Johnson dan menyiapkan senjata api yang terisi penuh.
5. Keajaiban Medis Sekretaris Negara Seward
Menteri Luar Negeri William Seward diserang di rumahnya oleh Lewis Powell.
Seward ditikam di bagian leher berkali-kali saat sedang terbaring di tempat tidur akibat kecelakaan kereta kuda.
Luar biasanya, ia selamat karena penyangga leher bedah berbahan logam yang ia kenakan justru berfungsi sebagai pelindung dari tusukan fatal.
6. Kelalaian Pengawal Presiden

John Parker, pengawal yang bertugas menjaga pintu kotak teater, melakukan kelalaian fatal.
Ia meninggalkan posisinya untuk menonton drama, lalu pergi ke bar di sebelah teater saat istirahat —bar yang sama tempat Booth sedang minum.
Akibatnya, pintu masuk ke kotak Lincoln tanpa penjagaan saat Booth masuk.
7. Belum Adanya Secret Service
Mungkin kita bertanya-tanya di mana Dinas Rahasia saat itu?
Jawabannya, Secret Service belum dibentuk. Lembaga ini baru didirikan pada Juli 1865, awalnya untuk memerangi pemalsuan uang.
Perlindungan penuh waktu terhadap presiden baru menjadi tugas resmi mereka setelah pembunuhan Presiden William McKinley pada 1901.
8. Pelarian 12 Hari John Wilkes Booth
Setelah melompat dari kotak teater, Booth berhasil melarikan diri selama 12 hari.
Ia dibantu oleh simpatisan konfederasi dan sempat menemui Dr Mudd untuk mengobati kakinya yang patah sebelum akhirnya ditemukan dan ditembak mati di sebuah peternakan di Virginia.
9. Rencana Awal: Penculikan, Bukan Pembunuhan
Awalnya, Booth dan kelompoknya berencana menculik Lincoln pada Maret 1865 untuk dijadikan tawanan pertukaran tentara Konfederasi.
Namun, rencana tersebut gagal karena Lincoln mengubah jadwalnya di menit-menit terakhir. Niat menculik kemudian berubah menjadi rencana pembunuhan masal setelah menyerahnya Jenderal Lee.
10. Kontroversi Mary Surratt
Mary Surratt adalah wanita pertama yang dieksekusi oleh pemerintah federal AS atas keterlibatannya dalam konspirasi ini.
Hingga kini, para sejarawan masih memperdebatkan apakah ia benar-benar terlibat aktif atau hanya sekadar pemilik rumah singgah yang malang.