Sony Pictures Bakal Garap Film Terbaru Charlie’s Angels

Sony Pictures Charlie's Angels

MALEINSPIRE.id – Kabar menggembirakan datang dari Sony Pictures terkait film aksi trio detektif legendaris.

Sony Pictures secara resmi tengah mengembangkan film baru dari waralaba ikonik Charlie’s Angels yang kini telah memasuki tahap awal produksi.

Proyek strategis ini menandai upaya terbaru studio untuk menghidupkan kembali kisah detektif wanita itu yang pertama kali populer pada era 1970-an.

Penulis Skenario Papan Atas di Balik Layar

Untuk memastikan kualitas cerita, Sony Pictures menunjuk Pete Chiarelli sebagai penulis skenario utama.

Rekam jejak Chiarelli di dunia sinema tidak perlu diragukan lagi, mengingat ia adalah sosok di balik kesuksesan film-film populer seperti Crazy Rich Asians, Now You See Me 2, dan The Proposal.

Selain proyek ini, Chiarelli juga terlibat dalam penggarapan film animasi terbaru produksi Sony Pictures Animation yang berjudul Goat, yang saat ini sudah mulai menyapa penonton di bioskop.

Menelusuri Jejak Sejarah Townsend Agency

Sony Pictures Charlie's Angels

Waralaba Charlie’s Angels memiliki sejarah panjang yang berakar dari serial televisi orisinal yang tayang perdana pada tahun 1976.

Serial tersebut berfokus pada tiga detektif wanita yang bekerja untuk agensi swasta milik sosok misterius, Charlie Townsend.

  • Trio Perintis: Karakter utama pada awalnya diperankan oleh Kate Jackson, Farrah Fawcett, dan Jaclyn Smith.

  • Era Cheryl Ladd: Memasuki musim kedua, aktris Cheryl Ladd bergabung dalam jajaran pemain hingga serial ini menyelesaikan 115 episodenya.

  • Suara Charlie: Keunikan dari serial ini adalah sosok bos misterius, Charlie, yang kehadirannya hanya diwakili melalui suara John Forsythe.

Transformasi Layar Lebar dan Optimisme Global

Memasuki milenium baru pada tahun 2000, waralaba ini meraih kesuksesan besar saat diadaptasi ke layar lebar dengan dibintangi oleh Drew Barrymore, Cameron Diaz, dan Lucy Liu.

Film tersebut sukses mengantongi pendapatan global mencapai 264 juta dolar AS (sekitar Rp4,4 triliun) dan melahirkan sekuel berjudul Charlie’s Angels: Full Throttle pada tahun 2003.

Meskipun sempat mengalami kegagalan pada reboot serial televisi tahun 2011 di saluran ABC yang dihentikan hanya setelah delapan episode, Sony tetap optimistis terhadap masa depan IP (Intellectual Property) ini.

Menjelang peringatan 50 tahun serial legendaris tersebut, studio melihat adanya peluang besar untuk menghadirkan jajaran aktris baru yang segar guna menarik minat pasar global yang dinamis.

Harapannya, melalui visi terbaru ini, Charlie’s Angels dapat kembali merebut kejayaannya sebagai ikon pahlawan wanita di layar lebar dunia.