MALEINSPIRE.id – Siapa yang tidak familier dengan Gunung Olympus? Bagi para pencinta sejarah dan mitologi, tempat ini sangat legendaris sebagai istana kemegahan para dewa Yunani Kuno.
Namun kini, gunung berselimut salju abadi tersebut sedang bersiap mengukir sejarah baru di dunia nyata.
Sejak tahun 2014, proses panjang untuk memasukkan Gunung Olympus ke dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO (UNESCO World Heritage List) terus bergulir.
Saat ini, posisinya telah resmi berada di Daftar Sementara (Tentative List)—sebuah langkah administratif wajib yang harus dilalui oleh setiap nominator.
Alasan Gunung Olympus Layak Menjadi Warisan Dunia
Proses penilaian untuk bisa lolos ke tahap akhir tentu tidak instan.
Segala data ilmiah dan berkas nominasi yang diajukan harus melewati evaluasi ketat selama 14 bulan oleh badan penasihat internasional terkemuka, termasuk ICOMOS (International Council on Monuments and Sites) dan IUCN (International Union for Conservation of Nature).
Langkah besar ini disambut penuh haru oleh warga lokal.
Wali Kota Dion-Olympus, Evagelos Geroliolios, mengungkapkan betapa emosionalnya makna kawasan ini bagi masyarakat sekitar.
Ia mengatakan bahwa tempat tersebut adalah nadi kehidupan sekaligus tempat mereka tumbuh besar.
“Ini adalah tempat yang kita lihat setiap hari, tetapi pada saat yang sama, ini juga tempat yang membawa serta mitos, sejarah, keanekaragaman hayati, keindahan yang luar biasa, dan bobot budaya yang sangat besar,” ujar Evagelos.
Perpaduan Mitos Zeus dan Jejak Spiritual Kristen

Daya tarik utama yang membuat Gunung Olympus begitu istimewa di mata dunia adalah perpaduan harmonis antara narasi budaya, sejarah spiritual lintas zaman, dan eksotisme alam.
Dalam catatan mitologi purba, gunung inilah tempat Dewa Zeus mendirikan takhtanya setelah berhasil menggulingkan sang ayah, Cronus.
Jejak arkeologi di dunia nyata pun memperkuat kisah tersebut.
Di salah satu puncak rendah Gunung Olympus, ditemukan tempat suci terbuka yang menyimpan artefak tertua dari era Helenistik (323 SM–30 SM).
Bahkan, filsuf kuno Plutarch pada abad ke-2 pernah menuliskan adanya prosesi sakral masyarakat masa lalu yang mendaki puncak gunung demi mempersembahkan kurban bagi Zeus.
Uniknya, napas spiritual di kawasan ini tidak berhenti di era kuno. Nuansa Kristen Ortodoks juga kental terasa seiring berjalannya waktu:
-
Kapel Tertinggi: Keberadaan sebuah kapel di puncak Nabi Elias pada ketinggian 2.803 meter, yang diyakini sebagai kapel di lokasi tertinggi dalam dunia Kristen Ortodoks.
-
Biara Bersejarah: Di area Ngarai Enipeas, tersimpan reruntuhan biara indah yang didirikan sejak tahun 1542.
-
Mata Air Suci: Tak jauh dari biara, terdapat Gua Suci Santo Dionysios, sebuah kapel yang memiliki mata air alami yang disucikan oleh warga.
Pertemuan di Busan dan Langkah Selanjutnya
Selain nilai sejarah dan spiritualnya yang magis, Gunung Olympus juga merupakan surga bagi keanekaragaman hayati.
Kawasan ekologi ini menjadi rumah bagi kekayaan flora dan fauna, termasuk berbagai spesies endemik yang tidak dapat ditemukan di belahan bumi mana pun.
Harapan agar gunung ini diakui secara global akan dibahas dalam pertemuan komite khusus di Busan, Korea Selatan.
Meskipun demikian, perjalanan menuju ketukan palu UNESCO tampaknya masih dinamis.
Berdasarkan draf agenda pertemuan, komite rencananya akan mengembalikan berkas nominasi tersebut ke pihak Yunani terlebih dahulu untuk meminta rincian data yang lebih mendalam.