Sering Disalahartikan, Ini Beda Antisosial dan Asosial yang Perlu Kamu Tahu

antisosial

MALEINSPIRE.id – Kata antisosial kerap disalahartikan dalam percakapan sehari-hari karena banyak orang menganggap mereka yang gemar menyendiri sebagai sosok ansos.

Padahal, tidak semua orang yang senang menyendiri dapat disebut ansos lho.

Memahami beda antisosial dan asosial sangat penting dalam konteks kesehatan mental agar kita tidak sembarangan menyematkan label pada kepribadian seseorang.

Beda Antisosial dan Asosial dalam Kesehatan Mental

Dalam dunia medis, Antisocial Personality Disorder (ASPD) merupakan gangguan kepribadian yang ditandai oleh pola perilaku mengabaikan atau melanggar hak orang lain serta norma sosial.

Sebaliknya, istilah asosial lebih tepat digunakan untuk menggambarkan seseorang yang cenderung tidak banyak terlibat dalam interaksi sosial.

Menurut American Psychiatric Association (APA), seseorang yang merasa canggung saat bergaul, tidak banyak berbicara, atau memiliki lingkaran pertemanan kecil belum tentu memiliki ASPD.

Penjelasan mengenai beda ansos dan asosial ini terletak pada kriteria diagnosis dan pola perilakunya:

  • Sifat Asosial: Merupakan preferensi pribadi untuk menghabiskan waktu sendiri tanpa adanya tindakan yang merugikan atau melanggar hak orang lain.
  • Gangguan Antisosial (ASPD): Merupakan kondisi kesehatan mental yang memerlukan evaluasi menyeluruh oleh tenaga profesional, sehingga tidak dapat disimpulkan hanya dari satu aksi atau pengamatan singkat.

Menyamakan kedua kondisi tersebut berisiko memicu stigma buruk.

Memberikan label seperti “jahat”, “berbahaya”, atau “tidak punya perasaan” kepada seseorang yang lebih suka menyendiri dapat memperkuat pandangan keliru di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, cobalah lebih bijak dalah memberikan istilah antisosial dan asosial, agar kita dapat lebih menghargai variasi kepribadian orang-orang di sekitar kita.