Ini Batas Aman Konsumsi Kopi, Menurut Dokter Saraf

konsumsi kopi

MALEINSPIRE.id – Konsumsi kopi di Indonesia telah lama menjadi bagian yang tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat.

Menjamurnya kedai kopi (coffee shop) modern membuat aktivitas “ngopi” kini bertransformasi menjadi rutinitas harian wajib, terutama bagi generasi muda yang membutuhkan asupan energi instan atau sekadar ingin bersosialisasi.

Sayangnya, di balik kenikmatan secangkir kopi hitam atau es kopi susu kekinian, ada alarm bahaya yang mengintai jika kita terjebak dalam konsumsi kopi berlebihan tanpa batasan yang jelas.

Dampak Konsumsi Kopi Berlebihan

Menurut dr Kevin Mulya S, Sp.N-FMIN, dokter spesialis saraf dari RS EMC Alam Sutera, asupan kafein melebihi ambang batas wajar dapat memperburuk gangguan kecemasan (anxiety), memicu serangan sakit kepala, hingga menyebabkan ketergantungan fisik.

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 2014 itu mengatakan bahwa bagi orang-orang yang pada dasarnya memiliki bakat cemas, konsumsi kopi justru bisa memicu respons tubuh menjadi lebih siap siaga atau memicu mode fight or flight.

Akibatnya, rasa cemas yang dirasakan justru akan bertambah parah.

Secara biologis, kafein dalam dosis tinggi akan mengaktifkan sistem saraf simpatis—bagian dari sistem saraf otonom—yang bertugas meningkatkan denyut jantung sekaligus menimbulkan rasa gelisah.

Berapa Batas Aman yang Direkomendasikan?

Menanggapi realita di masyarakat di mana tidak sedikit orang yang sanggup menghabiskan 5-10 gelas kopi sehari tanpa menyadari risikonya, Kevin menegaskan bahwa batas aman yang ideal sebenarnya hanya 1-2 gelas saja per hari.

Bagi para peminum kopi berat, ia juga mengingatkan agar proses penghentian konsumsi tidak dilakukan secara mendadak.

“Kafein bukan molekul yang bisa dianggap sepele jika dikonsumsi berlebihan. Itu bisa menimbulkan sakit kepala dan bersifat adiktif,” kata Kevin yang aktif menangani kasus migrain dan nyeri kepala.

Berhenti mengonsumsi kafein secara tiba-tiba justru akan memicu caffeine withdrawal atau gejala putus kafein.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan sakit kepala hebat, rasa lelah yang ekstrem, sulit berkonsentrasi, serta perubahan suasana hati (mood swings).

Oleh karena itu, cara terbaik untuk mengurangi efek konsumsi kopi berlebihan adalah dengan memotong dosisnya secara bertahap.