MALEINSPIRE.id – Kehadiran album baru Deep Purple bertajuk ‘Splat!‘ memicu antusiasme luar biasa setelah grup rock legendaris tersebut merilis lagu teranyar mereka yang bertenaga, ‘Diablo‘.
Karya ini menandai perilisan studio ke-24 sepanjang perjalanan karier panjang mereka, sekaligus menjadi suksesor dari album ‘=1‘ yang diluncurkan pada tahun 2024 silam.
Dijadwalkan rilis secara resmi pada 3 Juli mendatang di bawah naungan label earMUSIC, band ini menyajikan aransemen musik yang eksperimental.
Menariknya, dalam lagu ‘Diablo‘, mereka berkolaborasi dengan megabintang musik country, Keith Urban, yang turut menyumbangkan petikan gitar gilanya sepanjang trek berlangsung.
Lagu tersebut kini sudah dapat dinikmati di berbagai streaming platform digital, sementara video musik resminya tayang perdana pada Minggu malam (7/6/2026).
Sang vokalis utama, Ian Gillan, membagikan filosofi mendalam di balik penciptaan lagu ‘Diablo‘ ini.
“Ini semua adalah tentang keberanian mengambil kesempatan. Sekali saja dalam hidupmu, lakukanlah sesuatu yang mendebarkan, keluarlah dari cetakan kaku, dan pilihlah tikungan jalan yang penuh rasa ingin tahu alih-alih terus terpaku pada jalan raya utama.”
“Lakukan sesuatu yang kelak akan menuntun atau justru memperingatkanmu di sepanjang sisa hidupmu,” tutur Ian Gillan.
Formula Klasik di Album Baru Deep Purple

Dalam menggarap proyek ‘Splat!‘, Deep Purple kembali memercayakan kursi produser kepada Bob Ezrin—sosok genius di balik kesuksesan album-album ikonik milik KISS, Pink Floyd, hingga Lou Reed.
Kolaborasi ini melahirkan salah satu materi album paling berat dan bertenaga yang pernah diproduksi oleh grup ini dalam beberapa tahun terakhir, di mana seluruh proses perekaman instrumen dilakukan secara langsung (live) di dalam studio.
Menurut Gillan, dinamika internal band saat ini mencerminkan semangat kejayaan mereka puluhan tahun silam.
“Di mana posisi kami berdiri sekarang dengan inkarnasi Deep Purple ini terasa sangat menyerupai versi Deep Purple era tujuh puluhan yang dibawa ke masa kini,” ungkap Gillan.
“Saya mengakui saat ini kami memproduksi materi yang sangat selaras dengan lagu-lagu legendaris seperti ‘Highway Star’, ‘Smoke on the Water’, atau ‘Lazy’ —baik dari segi dinamika, keseimbangan, maupun keseruan bermusik kami dari tahun 1969 hingga 1973.”
“Deep Purple sedang berada di fase yang sangat luar biasa saat ini,” tambahnya.
Dedikasi Tanpa Batas di Tengah Keterbatasan Fisik
Bagi para kolektor dan penggemar setia, album ini akan dipasarkan dalam format fisik yang sangat premium.
Paket penjualan dikemas dalam bentuk boxset 2LP gatefold 180g yang dilengkapi dengan buklet 12 halaman, CD digisleeve, tiga piringan hitam eksklusif ukuran 10 inci berisi rekaman konser tur 2024, serta piringan hitam 7 inci dengan lagu bonus berjudul ‘GUINNESIS’.
Tak hanya itu, Deep Purple juga bersiap menyapa penggemar global lewat rangkaian tur dunia masif sebanyak 86 titik akhir tahun ini, termasuk pertunjukan akbar di Royal Albert Hall, London, pada 25 November 2026.
Di balik produktivitas yang mengagumkan tersebut, dedikasi sang vokalis patut diacungi jempol mengingat ia tengah menghadapi kendala kesehatan fisik yang serius.
Pada 2025 lalu, Gillan secara terbuka mengungkapkan bahwa ia mengalami penurunan fungsi penglihatan yang signifikan, sehingga masa pensiunnya dirasa sudah tidak lama lagi.
“Ini adalah salah satu kenyataan hidup yang harus dihadapi, di mana kemampuan penglihatan saya kini hanya tersisa 30 persen saja dan kondisi tersebut tidak akan bisa membaik,” kata Gillan tegar.
“Hal ini membuat hidup terasa lebih misterius. Tantangan terberat adalah saat bekerja menggunakan laptop, karena saya tidak bisa melihat apa pun di layar kecuali jika saya memanfaatkan penglihatan periferal dengan melihatnya secara menyamping.”
“Namun, kamu pasti akan selalu menemukan jalan keluar dan beradaptasi,” sambungnya optimis.