Apple Perketat Kebijakan Privasi di iOS 27, Blokir Pelacak Iklan WebKit

ios 27

MALEINSPIRE.id – Apple kembali membuat gebrakan besar dengan memperketat kebijakan privasi Apple iOS 27 pada mesin peramban WebKit, yang menjadi fondasi utama Safari di iPhone dan iPad.

Langkah tegas ini secara khusus menyasar praktik identity resolution yang kerap mengumpulkan data sensitif pengguna tanpa izin, mulai dari alamat email, nomor telepon, hingga riwayat penelusuran.

Melalui pemblokiran tingkat domain (domain-level blocking), perusahaan asal Cupertino ini langsung mengguncang industri periklanan digital (adtech).

Apple menegaskan komitmennya untuk melindungi privasi konsumen dari praktik pengawasan lintas situs yang dilakukan oleh berbagai penyedia pengidentifikasi alternatif, seperti The Trade Desk, LiveRamp, dan ID5.

Alasan Apple Perketat Kebijakan Privasi iOS 27 Demi Pengguna

Langkah pemblokiran ini sempat memicu keresahan di kalangan industri periklanan.

Menanggapi hal tersebut, Apple menjelaskan dalam blog resminya bahwa pemblokiran kuki pihak ketiga (third-party cookies) yang ada selama ini terbukti belum cukup untuk menghentikan praktik pelacakan daring yang terus berkembang.

“Memblokir kuki lintas situs belum cukup untuk mencegah pelacakan lintas situs saat ini, karena industri pelacakan belum berhenti berusaha melacak pengguna di web,” tulis pihak Apple dalam pernyataan resminya.

Lebih lanjut, Apple memperingatkan bahwa mereka memandang upaya pengelabuan sistem privasi sama seriusnya dengan celah eksploitasi keamanan siber.

Dalam dokumen kebijakan pencegahan pelacakan, mereka menegaskan bahwa ketika dihadapkan pada sebuah pilihan kompromi, kebijakan privasi Apple iOS 27 akan selalu memprioritaskan manfaat bagi pengguna ketimbang mempertahankan praktik lama situs web.

Dampak Besar bagi Industri Pemasaran dan Periklanan Digital

Penerapan kebijakan privasi Apple iOS 27 ini tentu memicu kekhawatiran mendalam bagi para pelaku pemasaran.

Riset akademis mencatat bahwa sebanyak 83,76 persen situs web di internet telah mengandalkan pengidentifikasi alternatif sejak pertengahan tahun 2025 lalu.

Dengan adanya pemblokiran ini, para pengiklan memperkirakan bahwa jangkauan audiens di web terbuka (open web) akan menyusut drastis, yang pada gilirannya bakal melipatgandakan biaya kampanye pemasaran.

Kondisi pelik tersebut berpotensi besar mendorong para pemasar untuk memindahkan anggaran belanja iklan mereka ke platform tertutup (walled garden) seperti Meta dan Google yang memiliki ekosistem data mandiri.