Sejarah Warna Ungu, Simbol Janda dan Kaitannya dengan Pemakaman

MALEINSPIRE.id – Mungkin kamu pernah mendengar anggapan bahwa warna ungu dihubungkan dengan status seorang janda.

Anggapan tersebut ternyata bukan sekadar kabar burung belaka, karena dalam catatan sejarah dan budaya di berbagai negara, warna ungu memang sering kali diidentikkan dengan masa berkabung.

Berbagai literatur mengenai tradisi pemakaman menunjukkan bahwa para istri di beberapa wilayah dunia kerap mengenakan pakaian bernuansa ungu saat menghadiri upacara pemakaman suami mereka.

Kaitan Warna Ungu dengan Tradisi Berkabung

Hubungan antara warna ungu dan status janda dapat ditelusuri melalui tradisi berkabung di berbagai negara seperti Italia, Brasil, dan Thailand.

Di Inggris pada masa pemerintahan Ratu Victoria di abad ke-19, ungu bahkan ditetapkan sebagai warna untuk fase “setengah berkabung” (half-mourning).

Berdasarkan aturan sosial saat itu, seorang wanita yang ditinggal mati suaminya wajib mengenakan pakaian hitam pekat selama tahun pertama.

Setelah masa tersebut terlewati, sang janda diizinkan untuk memadukan busana sehari-hari mereka dengan sentuhan ungu tua atau abu-abu sebagai transisi keluar dari masa duka.

Pergeseran Makna dari Warna Bangsawan Menjadi Simbol Duka

Menariknya, jauh sebelum dilekatkan sebagai identitas masa berkabung, warna ungu justru memiliki status sosial yang sangat tinggi dan terhormat sejak era Kekaisaran Romawi.

Pada masa pemerintahan Ratu Elizabeth I di Inggris (1558–1603), bahkan terdapat aturan ketat yang melarang rakyat jelata mengenakan warna tersebut.

Aturan itu menetapkan bahwa hanya raja, ratu, dan kerabat kerajaan langsung yang berhak memakai pakaian bernuansa ungu.

Tingginya nilai warna ungu pada masa lalu disebabkan oleh sulitnya proses perolehan bahan pewarna alami yang sangat langka dan mahal.

Situasi baru berubah drastis setelah penemuan pewarna sintetis pada tahun 1856, yang membuat masyarakat luas akhirnya mampu membelinya.

Bagi kita yang menyukai warna ini, pergeseran makna dari lambang kemegahan kaum bangsawan menjadi simbol duka tentu terasa unik.

Namun sejarah membuktikan, warna ungu menyimpan perjalanan sosial yang sangat panjang di peradaban manusia.