Pandangan Brad Pitt Soal AI dalam Industri Perfilman Hollywood

brad pitt

MALEINSPIRE.id – Aktor papan atas Hollywood, Brad Pitt, baru-baru ini turut membagikan pemikirannya mengenai integrasi kecerdasan artifisial dalam dunia sinema.

Wawancaranya bersama Esquire memberikan gambaran jelas mengenai pandangan Brad Pitt soal AI, di mana ia melihat teknologi ini memiliki dua sisi.

AI bisa menjadi alat bantu produksi yang potensial, namun sekaligus memicu dilema jika digunakan untuk menggantikan peran manusia.

Eksperimen Alat Bantu Produksi: Pandangan Brad Pitt Soal AI

Bagi Pitt, hadirnya kecerdasan artifisial bukanlah ancaman mutlak, melainkan sebuah eksperimen yang sangat menarik untuk memperluas akses produksi.

Ia menilai teknologi ini berpotensi memangkas biaya pembuat efek visual (VFX) yang tergolong mahal, sehingga memberi kesempatan bagi film beranggaran terbatas untuk tetap menghadirkan kualitas yang kompetitif.

Bintang film kelas dunia tersebut menyampaikan bahwa jika dimanfaatkan secara tepat sebagai alat penunjang, kecerdasan artifisial dapat menyokong proyek film beranggaran menengah.

“Ada banyak penolakan terhadap AI, tetapi AI akan menjadi sesuatu yang jika digunakan sebagai alat dapat membantu film-film beranggaran menengah untuk diproduksi,” ujar Brad Pitt.

Penolakan Aktor Digital dan Isu Pemindaian Tubuh

Meskipun terbuka terhadap efisiensi teknologi, pandangan Brad Pitt soal AI menjadi sangat tegas ketika membahas potensi penggantian peran aktor oleh versi digital.

Menurut Pitt, walau teknologi mampu meniru ekspresi maupun emosi manusia, hasil akhirnya tetap tidak mencerminkan proses kreatif langsung yang dijalani oleh seorang pemeran.

Ia menegaskan bahwa rekayasa digital semacam itu bukanlah pilihan personal yang ingin ia hadirkan dalam karyanya.

Selain itu, ia menyoroti praktik pemindaian tubuh (body scanning) yang kerap dimanfaatkan untuk adegan berbahaya (stunt) atau efek penuaan.

Pitt mengaku sudah menjalani proses pemindaian tubuh selama dua dekade terakhir, tetapi ia selalu mewajibkan penghancuran data tersebut karena khawatir akan potensi penyalahgunaan di masa depan.

Sambil berseloroh tentang keputusannya, ia mengungkapkan bahwa klausul kepemilikan dan penghancuran hasil pemindaian tersebut selalu ia cantumkan secara ketat dalam setiap kontrak kerjanya.