MALEINSPIRE.id – Saat ini, teknologi antariksa berkembang pesat hingga kita mampu mengirimkan pesawat tanpa awak ke planet lain.
Sayangnya, tidak semua planet mudah dijangkau oleh wahana antariksa, salah satunya adalah Neptunus.
Dibandingkan Mars yang menjadi langganan pendaratan, Neptunus sangat jarang dikunjungi.
Satu-satunya kunjungan terjadi saat pesawat Voyager 2 melintas dekat planet tersebut pada 25 Agustus 1989 silam.
Lantas, mengapa NASA dan badan antariksa dunia belum mengirimkan misi lain ke sana?
Alasan NASA Jarang Melakukan Misi ke Neptunus
1. Jarak yang Sangat Jauh dari Bumi
Manusia bisa rutin mengirimkan pesawat ke Mars karena jaraknya yang relatif dekat. Namun, situasinya sangat berbeda dengan Neptunus.
Dilansir dari Space, Neptunus merupakan planet kedelapan sekaligus planet terjauh di Tata Surya dari Matahari, dengan jarak rata-rata sekitar 4,5 miliar kilometer.
Jarak antara Bumi dan Neptunus juga selalu berubah karena keduanya mengitari Matahari dalam orbit elips.
Jarak terdekat kedua planet ini berada di kisaran 4,3 miliar kilometer, sementara jarak terjauhnya bisa mencapai 4,5 miliar kilometer saat berada di sisi Matahari yang berlawanan.
2. Butuh Waktu Belasan Tahun untuk Tiba
Hingga saat ini, Voyager 2 tetap menjadi satu-satunya wahana buatan manusia yang pernah terbang melintasi Neptunus.
Diluncurkan pada 1977 dengan kecepatan luar biasa mencapai 42.000 meter per jam, Voyager 2 baru berhasil tiba setelah menempuh perjalanan selama 12 tahun.
Jarak tempuh totalnya bahkan mencapai 7 miliar kilometer.
Kenapa bisa lebih jauh dari jarak rata-rata? Menurut World Atlas, wahana antariksa harus memanfaatkan gravitasi dari planet lain dalam perjalanan untuk mendapatkan tambahan kecepatan, yang membuat rute penerbangan menuju ke sana menjadi sangat panjang.
3. Tidak Ada Permukaan Padat
Setelah perjalanan panjang, sebuah pesawat luar angkasa biasanya dirancang untuk mendarat dan merekam kondisi permukaan planet. Namun, hal tersebut mustahil dilakukan di Neptunus.
Berdasarkan penjelasan dari Universe Today, planet itu merupakan raksasa gas yang tidak memiliki permukaan padat untuk dipijak.
“Permukaan” itu sebenarnya didominasi oleh sekitar 80 persen hidrogen, 19 persen helium, serta sedikit metana.
Jika ada wahana yang nekat mendarat, pesawat tersebut dipastikan akan tenggelam hingga ke inti planet.
Sebagai catatan, Voyager 2 pun tidak pernah mendarat di sana, melainkan hanya terbang melintas pada ketinggian 4.800 kilometer di atas puncak awannya.