Kisah Unik Penumpang Salah Naik Pesawat: Tujuan Houston Malah ke Tokyo

salah naik pesawat

MALEINSPIRE.id – Insiden salah naik pesawat kadang bisa terjadi. Itulah yang dialami oleh seorang penumpang bernama Victor Calderon (54 tahun) baru-baru ini.

Pria asal California, AS tersebut mengalami insiden menegangkan sekaligus menggelikan akibat salah naik pesawat.

Pesawat yang ditumpanginya terbang sejauh 12.800 kilometer ke Tokyo, Jepang. Padahal, tujuan awalnya adalah Houston, AS.

Kronologi Kejadian Salah Naik Pesawat Lintas Samudra

Kejadian ini bermula saat Calderon bertolak dari Los Angeles menuju Houston untuk melakukan transit sebelum melanjutkan penerbangan akhir ke Managua, Nikaragua.

Setelah masuk ke dalam kabin, ia sama sekali tidak menaruh curiga.

Calderon langsung mengenakan headphone, mendengarkan musik, dan menikmati tayangan film sepanjang perjalanan hingga mengabaikan pengumuman keselamatan dari awak kabin.

Kecurigaan baru muncul ketika durasi penerbangan terasa jauh melampaui waktu normal yang seharusnya hanya sekitar 3,5 jam.

Selama berada di udara, Calderon sempat heran dengan fasilitas melimpah yang diterimanya, mulai dari pemberian bantal hingga hidangan makan malam lengkap yang terbilang tidak biasa untuk rute domestik.

“Aneh sekali,” kenang Calderon saat menceritakan keheranannya atas layanan ekstra tersebut.

Sekitar enam jam setelah lepas landas, rasa cemas mulai menghantuinya karena takut tertinggal penerbangan lanjutan.

Saat menanyakan hal ini kepada pramugari, ia baru menyadari dampak fatal akibat salah naik pesawat: burung besi yang ia tumpangi ternyata sedang mengudara melintasi Samudra Pasifik menuju Bandara Haneda, Tokyo.

Tertahan di Haneda hingga Drama Ganti Rugi Maskapai

Setibanya di Bandara Haneda, situasi semakin rumit.

Calderon tidak diizinkan melintasi imigrasi Jepang karena tidak memiliki dokumen perjalanan penerbangan lanjutan yang sesuai.

Petugas maskapai bahkan memperingatkannya terkait risiko deportasi.

Calderon mengungkapkan bahwa ia merasa sangat takut dan gugup saat tertahan di area terminal, bahkan sempat khawatir pihak otoritas mengiranya sebagai seorang teroris.

Pihak United Airlines akhirnya turun tangan untuk mengatur rute kepulangannya.

Secara keseluruhan, Calderon harus menempuh perjalanan udara hingga 48 jam sebelum akhirnya benar-benar mendarat di Managua, Nikaragua.

Akibat peristiwa salah naik pesawat ini, ia juga mengalami kerugian materiil.

Koper miliknya terbang lebih dulu ke Houston tanpa dirinya. Kemudian, reservasi hotel di Nikaragua hangus.

Bahkan, ia harus merogoh kocek sendiri hingga 1.095 dolar AS atau sekitar Rp 19,5 juta untuk biaya menginap dan membeli pakaian baru.

Meski awalnya hanya diberi voucher kredit penerbangan sebesar 300 dolar AS atau kira-kira Rp5,6 juta dan fasilitas penerbangan balik di kelas satu, Calderon menilai ganti rugi tersebut tidak sebanding dan melaporkan kasusnya ke media Telemundo 52.

Setelah proses penyerahan bukti kuitansi, United Airlines akhirnya menambah nilai ganti rugi menjadi 1.000 dolar AS (setara Rp17,8 juta) beserta permohonan maaf resmi.

Insiden ini terbilang unik mengingat tiket Calderon sempat dipindai petugas gate dan nomor kursi yang didudukinya (34D) sangat cocok dengan fisik pesawat tersebut.

Calderon pun memetik pelajaran berharga dari perjalanan panjangnya.

“Hal paling utama adalah memastikan Anda berdiri di gate penerbangan yang benar sebelum naik,” pungkasnya.