MALEINSPIRE.id – Panggung sepak bola dunia kembali diselimuti awan duka. Salah satu putra terbaik sekaligus ikon terbesar sepak bola Inggris, Kevin Keegan, dilaporkan meninggal dunia.
Kevin Keegan wafat di usia 75 tahun pada Senin (20/7/2026) setelah berjuang melawan penyakit kanker stadium empat.
Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga, yang menyampaikan bahwa sang maestro mengembuskan napas terakhirnya dengan tenang sembari didampingi oleh istri serta kedua putri tercintanya.
Sebelumnya pada Januari 2026 lalu, pihak keluarga sempat mengumumkan diagnosis kanker yang diidap Keegan ke publik dan menyatakan bahwa ia telah memulai proses pengobatan intensif.
Meski sempat menunjukkan perkembangan medis yang cukup positif setelah menerima terapi, kondisi kesehatan figur yang sangat dihormati ini terus menurun dalam beberapa waktu terakhir.
Di luar status menterengnya di lapangan hijau, pihak keluarga mengenang Keegan sebagai sosok suami, ayah, dan kakek yang sangat luar biasa.
Mereka juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada tim medis, sekaligus meminta ruang privasi di tengah suasana duka ini.
Jejak Karier Lapangan Hijau Kevin Keegan

Nama Kevin Keegan abadi dalam buku sejarah sepak bola berkat bakatnya yang luar biasa serta etos kerja yang tinggi.
Sepanjang karier profesionalnya sebagai pemain, ia mencatatkan hampir 750 penampilan di level klub dan menjadi simbol kejayaan pada eranya.
Puncak prestasinya terukir indah saat ia berseragam Liverpool dan raksasa Jerman, Hamburg:
-
Era Kejayaan Bersama Liverpool: Menjadi motor serangan The Reds, ia sukses merengkuh berbagai trofi bergengsi, termasuk tiga gelar Divisi Pertama Inggris, satu Piala FA, satu Piala Eropa (sekarang Liga Champions), serta dua trofi Piala UEFA.
-
Sejarah Besar Ballon d’Or: Pria karismatik ini mencetak sejarah emas dengan memenangkan penghargaan individu tertinggi sepak bola, Ballon d’Or, secara berturut-turut pada tahun 1978 dan 1979 saat membela Hamburg.
Warisan Legendaris di Pinggir Lapangan
Setelah memutuskan gantung sepatu, kontribusi Kevin Keegan terhadap dunia si kulit bundar tidak lantas meredup.
a bertransisi menjadi seorang juru taktik yang visioner dan dicintai publik.
Namanya paling membekas di hati pencinta sepak bola romantis saat menakhodai Newcastle United pada awal era 1990-an.
Di sana, ia tidak hanya menyelamatkan The Magpies dari jurang degradasi, tetapi juga sukses membawa mereka promosi ke kasta tertinggi Liga Primer Inggris.
Bahkan pada musim 1995/96, di bawah racikan taktiknya yang sangat ofensif dan menghibur,
Newcastle hampir keluar sebagai juara Liga Inggris setelah sempat memimpin klasemen dengan selisih poin yang sangat jauh dari Manchester United, walau akhirnya harus puas finis di posisi runner-up.
Selain Newcastle, Kevin Keegan juga menorehkan catatan penting saat melatih Fulham, Manchester City—yang sukses dibawanya promosi ke Liga Primer pada tahun 2002—serta dipercaya memimpin skuad tim nasional Inggris pada periode 1999 hingga 2000.
Selamat jalan, Legenda. Warisan dan nama besarmu akan selalu hidup dalam ingatan pencinta sepak bola lintas generasi.