Gejala Kolesterol Tinggi yang Jarang Disadari, Ada Penebalan di Bagian Tumit

kolesterol tinggi

MALEINSPIRE.id – Kolesterol tinggi sering kali dijuluki sebagai silent killer karena hampir tidak pernah menunjukkan tanda-tanda fisik yang jelas pada fase awal.

Namun, siapa sangka jika salah satu gejala kolesterol tinggi justru bisa dideteksi dari tempat yang tidak terduga, seperti pada tendon Achilles (urat besar di atas tumit).

Sebenarnya, kolesterol adalah zat lemak di dalam darah yang memiliki peran penting bagi tubuh.

“Tubuh kita membutuhkan kolesterol untuk membangun sel-sel yang sehat, tetapi kadar kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung,” demikian diberitakan Mayo Clinic.

Bahaya utama datang dari kolesterol Low-Density Lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat.

Jika kadarnya berlebihan, LDL akan menempel pada dinding arteri dan memicu aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah) yang menjadi dalang utama serangan jantung dan stroke.

Penebalan Tendon Achilles sebagai Gejala Kolesterol Tinggi

Proses penyumbatan pembuluh darah biasanya berlangsung secara senyap tanpa disadari.

Namun, sebuah laporan dari Surrey Live mengungkapkan bahwa sinyal peringatan kadar kolesterol yang melonjak bisa muncul pada tendon Achilles dalam bentuk xanthoma tendon.

Xanthoma adalah penumpukan kolesterol di dalam jaringan tendon yang biasanya tampak seperti benjolan atau gumpalan yang tumbuh lambat di bawah kulit.

Menurut riset yang dipublikasikan dalam jurnal Lipids in Health and Disease, tendon Achilles merupakan area yang paling sering menjadi tempat bersarangnya xanthoma ini.

Para peneliti dalam studi tersebut mengamati bahwa penebalan pada tendon Achilles merupakan karakteristik awal dari kemunculan xanthoma.

Studi yang dilakukan terhadap 205 sukarelawan berusia 18 hingga 75 tahun tersebut membagi peserta ke dalam tiga kelompok:

  • Kelompok dengan kadar kolesterol normal.

  • Kelompok dengan batas LDL tinggi (borderline).

  • Kelompok dengan hiperkolesterolemia (kondisi genetik yang menyebabkan kolesterol sangat tinggi).

Hasilnya menunjukkan bahwa ketebalan tendon Achilles pada kelompok borderline jauh lebih besar dibanding kelompok normal.

Lebih mengejutkannya lagi, kelompok hiperkolesterolemia memiliki ketebalan tendon yang paling signifikan.

Riset ini membuktikan adanya hubungan langsung antara penumpukan kolesterol di kaki dengan tingginya kadar kolesterol di dalam tubuh.

Peneliti menyimpulkan bahwa pengukuran ketebalan tendon Achilles bisa menjadi indeks diagnostik pembantu yang sangat berharga untuk mendeteksi gejala kolesterol tinggi dan mengelola risiko penyakit kardiovaskular.

Bagaimana Cara Memastikannya?

Mengingat gejala kolesterol tinggi umumnya tidak menunjukkan tanda-tanda fisik yang mencolok pada sebagian besar orang, tes darah menjadi satu-satunya cara paling akurat untuk mengetahuinya.

NHS menyarankan agar kita segera melakukan pemeriksaan medis jika dokter mencurigai adanya indikasi kolesterol tinggi berdasarkan faktor risiko yang dimiliki.

Beberapa faktor pemicu tersebut meliputi aspek usia, berat badan berlebih, atau adanya kondisi medis penyerta seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.

Jika sudah berusia di atas 40 tahun, memiliki berat badan berlebih, atau memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung dan kolesterol tinggi, sangat disarankan untuk melakukan skrining kesehatan secara berkala.

Bagi mereka yang sudah didiagnosis memiliki kolesterol tinggi, perubahan gaya hidup sehat adalah kunci utama untuk menurunkannya.

Langkah awal yang paling mudah adalah dengan memperbaiki pola makan sehari-hari.

Heart UK merekomendasikan, “Sayuran, kacang-kacangan (seperti kacang polong dan lentil), buah-buahan, biji-bijian, dan gandum utuh kaya akan nutrisi dan sangat baik untuk menjaga kadar kolesterol serta kesehatan jantung.”