Wajah Baru Stadion Azteca Piala Dunia 2026 yang Legendaris

Stadion Azteca

MALEINSPIRE.id – Stadion Azteca kembali menjadi sorotan dunia sepak bola sebagai salah satu arena paling ikonik yang akan menggelar turnamen akbar Piala Dunia 2026 di kawasan Amerika Utara.

Sebagai stadion yang terletak di jantung Mexico City, arena ini bukan sekadar tempat pertandingan, melainkan monumen hidup yang telah menyaksikan sejarah besar olahraga dunia.

Meskipun kini secara komersial dikenal sebagai Estadio Banorte, stadion ini tetap memegang identitas kuatnya sebagai “Katedral Sepak Bola” yang siap menyambut jutaan pasang mata pada Juni 2026 mendatang.

Menilik Kapasitas dan Kemegahan Stadion Azteca

Dalam daftar 16 arena yang ditunjuk FIFA, Stadion Azteca menempati posisi kedua sebagai venue dengan kapasitas kursi terbanyak.

Sejak pertama kali dibuka pada tahun 1966, stadion ini terus bersaing dengan deretan arena modern lainnya.

Saat ini, Azteca memiliki kapasitas nyaris 88.000 kursi penonton, hanya terpaut sekitar 6.000 kursi dari Stadion AT&T di Amerika Serikat yang memegang status venue terbesar edisi kali ini.

Berikut adalah ringkasan profil singkat arena tersebut:

Detail Informasi
Nama Resmi FIFA Mexico City Stadium
Lokasi Coyoacan, Mexico City, Meksiko
Tahun Berdiri 29 Mei 1966
Kapasitas 87.500 Kursi
Laga Pembuka Meksiko vs Afrika Selatan (11 Juni 2026)

Sejarah Emas di Balik Stadion Azteca

Stadion Azteca

Kita tidak bisa membicarakan Stadion Azteca tanpa mengenang momen-momen emas yang lahir di rumputnya.

Berbeda dengan stadion lainnya, Azteca adalah satu-satunya arena di dunia (bersama Maracana) yang pernah menggelar dua partai final Piala Dunia, yakni pada tahun 1970 dan 1986.

Di sinilah legenda terbesar seperti Pele dan Diego Maradona mengangkat trofi kemenangan, sekaligus tempat lahirnya gol “Tangan Tuhan” yang sangat fenomenal itu.

Meski memiliki sejarah final yang kuat, untuk edisi 2026, FIFA memutuskan memberikan jatah partai final kepada MetLife Stadium di Amerika Serikat.

Namun, Azteca tetap terpilih untuk menggelar laga pembuka antara Meksiko melawan Afrika Selatan pada 11 Juni 2026, sebuah kehormatan bagi tuan rumah untuk memulai tirai turnamen di rumah sendiri.

Renovasi Besar dan Kontroversi di Dalamnya

Pemerintah Meksiko telah menginvestasikan lebih dari 150 juta dolar AS (sekitar 2,5 triliun rupiah) untuk memastikan Stadion Azteca memenuhi standar modern. Renovasi besar-besaran yang dimulai sejak Mei 2024 ini mencakup:

  • Penambahan jumlah kursi penonton.

  • Pemasangan layar video raksasa baru.

  • Penggunaan rumput sintetis hibrida berkualitas tinggi.

  • Pembaruan ruang ganti pemain dan terowongan akses lapangan.

Namun, besarnya biaya renovasi ini memicu aksi protes dari masyarakat setempat.

Sebagian warga menilai pemerintah terlalu berfokus pada proyek prestisius ini sementara masalah sosial seperti perumahan publik, pasokan air, listrik, dan transportasi masih memerlukan perhatian serius.

Demonstrasi bahkan sempat terjadi saat pembukaan stadion dalam laga uji coba Meksiko vs Portugal pada Maret lalu.

Perubahan Nama dan Identitas Stadion

Masalah identitas juga mewarnai persiapan Stadion Azteca.

Karena aturan ketat FIFA yang melarang penggunaan nama sponsor komersial selama turnamen berlangsung, nama “Estadio Banorte” harus ditanggalkan sementara.

Sebagai gantinya, induk sepak bola dunia itu akan secara resmi memperkenalkan arena ini sebagai Mexico City Stadium.

Nama “Azteca” sendiri diambil dari peradaban kuno Aztek yang pernah mendominasi wilayah Meksiko pada abad ke-14 hingga ke-16, menjadikannya simbol kebanggaan nasional yang abadi.