Piala Dunia 1938: Ketika Indonesia Tampil di Panggung Dunia

piala dunia 1938

MALEINSPIRE.id – Bagi para pencinta sepak bola, mengulik kisah masa lalu turnamen besar selalu memberikan keseruan tersendiri. Salah satu edisi yang paling menarik perhatian adalah Piala Dunia 1938.

Piala Dunia 1938 merupakan edisi ketiga dari kompetisi sepak bola terakbar sejagat ini. Diadakan di Prancis setelah ditunjuk FIFA pada Agustus 1936 di Berlin, turnamen itu dipenuhi berbagai drama politik, regulasi unik, hingga momen bersejarah bagi Asia.

Penuh Boikot dan Format Unik di Piala Dunia 1938

Pemilihan Prancis sebagai tuan rumah Piala Dunia 1938 sebenarnya sempat mendapat tentangan keras dari negara-negara Amerika Selatan.

Mereka merasa turnamen seharusnya digelar di benua mereka, mengingat edisi empat tahun sebelumnya sudah diadakan di Eropa, tepatnya di Italia.

Akibat ketegangan ini dan mundurnya Austria di saat-saat terakhir, turnamen yang direncanakan diikuti oleh 16 tim akhirnya hanya menyisakan 15 kontestan.

Selain dramanya, Piala Dunia 1938 juga tercatat sebagai edisi terakhir yang menerapkan format straight knockout atau sistem gugur murni sejak babak pertama (16 besar).

Regulasi pertandingannya pun terbilang melelahkan bagi fisik para pemain.

Jika laga berakhir imbang setelah waktu normal 90 menit, pertandingan akan dilanjutkan ke babak tambahan selama 30 menit.

Uniknya, apabila papan skor masih tidak berubah, penentuan pemenang tidak dilakukan lewat adu penalti, melainkan dengan menggelar pertandingan ulang (replay) keesokan harinya.

Kejayaan Italia dan Kiprah Hindia Belanda (Indonesia)

piala dunia 1938

Status juara bertahan akhirnya sukses dipertahankan oleh Italia yang keluar sebagai kampiun Piala Dunia 1938.

Skuad Gli Azzurri berhasil menaklukkan Hungaria dengan skor 4-2 di laga final berkat dua gol masing-masing dari Silvio Piola dan Gino Colaussi.

Di posisi ketiga, Brasil menyusul setelah menundukkan Swedia dengan skor serupa, 4-2.

Bintang Brasil, Leonidas, dinobatkan sebagai top skor turnamen dengan torehan tujuh gol, di mana ia selalu mencetak gol di setiap laga, kecuali saat tumbang dari Italia di semifinal.

Namun, hal yang paling monumental bagi lembaran sejarah sepak bola tanah air adalah keikutsertaan Timnas Indonesia yang kala itu masih tampil dengan nama Hindia Belanda.

Mereka berhasil mengukir tinta emas sebagai satu-satunya wakil dari Benua Asia yang berpartisipasi dalam Piala Dunia 1938.

Meski perjalanan mereka langsung kandas di laga perdana setelah kalah telak 0-6 dari Hungaria, momen legendaris ini tetap menjadi kebanggaan besar yang tak akan pernah terlupakan dalam sejarah olahraga Indonesia.