Manfaat Tertawa bagi Kesehatan Jantung dan Mental Menurut Sains

manfaat tertawa

MALEINSPIRE.id – Tertawa sering kali dianggap sebagai respons spontan terhadap situasi lucu, namun sains mengungkapkan ada banyak manfaat tertawa.

Lebih dari sekadar pereda stres, tertawa secara rutin kini diakui sebagai salah satu instrumen medis yang mampu memperkuat jantung dan sistem pertahanan tubuh.

Berikut adalah tinjauan ilmiah mengenai mengapa kita perlu menjadwalkan tertawa layaknya sesi olahraga rutin.

Manfaat tertawa: seperti olahraga rutin

Dr Michael Miller, ahli jantung dari University of Pennsylvania, menyarankan agar seseorang tertawa terbahak-bahak setidaknya dua hingga lima hari dalam seminggu.

Menurutnya, efek fisiologis dari tertawa memiliki kemiripan dengan olahraga.

Tawa yang lepas memicu pelepasan endorfin di otak, yang kemudian merangsang pembuluh darah untuk memproduksi Nitric oxide.

Zat kimia ini berperan krusial dalam melebarkan pembuluh darah, menurunkan tekanan darah, serta mengurangi peradangan dan kadar kolesterol.

Keajaiban sains di balik gelotologi

manfaat tertawa

Studi modern tentang tawa, atau disebut gelotologi, telah berkembang pesat sejak 1960-an.

Studi pionir oleh William F. Fry menunjukkan bahwa manfaat tertawa secara aktif meningkatkan jumlah sel darah putih yang memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Menariknya, tawa tidak harus selalu berawal dari sesuatu yang lucu.

Studi dari Jena University, Jerman, mengungkapkan bahwa “simulated mirth” atau tawa yang disengaja (seperti dalam Yoga Tawa) justru bisa memberikan manfaat yang lebih konsisten.

Tubuh tidak membedakan antara tawa spontan dan tawa yang dipaksakan; keduanya menghasilkan reaksi fisiologis yang sama, seperti peningkatan asupan oksigen dan kontraksi otot diafragma yang memperbaiki suasana hati.

Efek terapi untuk kondisi kronis

Analisis terhadap berbagai studi menunjukkan bahwa terapi tawa mampu:

  • Menurunkan kadar glukosa dan hormon stres kortisol

  • Meredakan nyeri kronis secara alami melalui produksi endorfin

  • Meningkatkan mobilitas, terutama pada populasi lansia

  • Membantu pemulihan pasien dengan depresi atau kanker melalui provokasi suasana hati yang positif secara berkelanjutan

Cara praktis memulai kebiasaan tertawa

Dr. Madan Kataria, pendiri gerakan klub tawa dunia, menekankan bahwa kita bisa mendapatkan manfaat tertawa melalui berbagai cara:

  1. Kontak Mata: Berkumpul dengan orang lain dan saling menatap sambil mengulangi suara “ha” secara ritmis.

  2. Pernapasan Diafragma: Tarik napas dalam, tahan sejenak, lalu lepaskan melalui tawa sambil merentangkan tangan.

  3. Perspektif Humor: Mencoba menertawakan situasi yang biasanya membuat stres, seperti melihat tagihan bulanan, sebagai bentuk pelepasan hambatan mental.

Menjadikan tawa sebagai bagian dari gaya hidup bukan berarti mengabaikan realitas, melainkan memberikan tubuh “obat alami” untuk tetap tangguh dalam menghadapi tantangan harian.