MALEINSPIRE.id – Kerap dianggap sebagai standar utama pola makan sehat, tren mengonsumsi omelet putih telur semakin populer bagi mereka yang ingin menjaga kadar kolesterol.
Banyak orang percaya bahwa membuang kuning telur lebih sehat dibanding mengonsumsi seluruh bagian telur.
Namun, para pakar nutrisi menegaskan bahwa pemahaman mengenai putih telur vs telur utuh kini jauh lebih kompleks, karena keduanya memiliki manfaat kesehatan yang berbeda.
Secara sederhana, bagian putih berfungsi sebagai sumber protein murni, sementara versi utuhnya menyajikan paket nutrisi yang jauh lebih lengkap.
Pilihan terbaik pada akhirnya kembali pada kebutuhan dan tujuan kesehatan masing-masing individu.
Perbandingan Nutrisi Putih Telur vs Telur Utuh
Ahli diet kardiologi preventif, Michelle Routhenstein, bersama ahli diet klinis Susan K. White membeberkan bahwa perbedaan nutrisi putih telur vs telur utuh terletak pada kandungan lemak, kalori, dan mikronutriennya.
Berikut ringkasan perbedaan kandungan nutrisi di antara keduanya:
- Kandungan Protein: Satu butir telur utuh ukuran besar mengandung sekitar 6–7 gram protein, sedangkan bagian putihnya menyumbang sekitar 3,5–4 gram protein.
- Kalori dan Lemak: Satu putih telur hanya mengandung 17 kalori dan nyaris tanpa lemak. Sementara sebutir telur utuh mengandung 70–75 kalori serta 5 gram lemak.
- Vitamin dan Mineral: Kuning telur menyimpan sebagian besar mikronutrien penting, seperti kolin, vitamin B12, vitamin D, selenium, zat besi, hingga karotenoid (lutein dan zeaksantin).
- Kolesterol dan Lemak Jenuh: Putih telur bebas dari kolesterol. Namun, White menjelaskan bahwa lemak jenuh dan lemak trans sebenarnya memiliki dampak yang jauh lebih besar terhadap peningkatan kadar kolesterol dalam darah dibandingkan kolesterol dari makanan itu sendiri.
Mana yang Sebaiknya Dipilih?
Bagi orang dewasa yang sehat, tidak ada alasan mendesak untuk selalu membuang kuning telur.
Mengonsumsi satu butir telur utuh per hari masih dalam batas aman dan bermanfaat bagi tubuh.
Namun, memadukannya dengan daging olahan tinggi lemak seperti bacon atau mentega justru yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Ahli diet menyebutkan bahwa penderita kolesterol tinggi, diabetes, atau penyakit jantung dapat memilih putih telur jika ingin mengonsumsi telur dalam jumlah lebih banyak.
Bagi kita yang ingin menambah asupan protein tanpa melonjakkan kalori, trik mencampur satu butir telur utuh dengan beberapa putih telur tambahan bisa jadi solusi terbaik untuk tetap mendapatkan nutrisi lengkap.