MALEINSPIRE.id – Di tengah gempuran era digital yang serba instan, fotografi analog justru kembali menemukan momentumnya. Hal ini disadari betul oleh Fujifilm.
Menjawab kerinduan generasi muda akan hasil foto yang otentik tanpa filter, Fujifilm resmi merayakan empat dekade perjalanan kamera sekali pakai ikonik mereka dengan meluncurkan dua seri Kamera Fujifilm QuickSnap terbaru.
Langkah ini diambil oleh raksasa fotografi asal Jepang tersebut setelah melihat adanya pergeseran budaya, di mana konsumen mulai mendambakan perangkat offline khusus untuk rehat sejenak dari ribuan guliran gambar digital di layar gawai.
Dua Kamera Fujifilm QuickSnap untuk Kreativitas Tanpa Batas
Kedua model baru ini membawa pembaruan artistik dan fungsional yang segar, namun tetap mempertahankan format sekali pakai (disposable) yang praktis dan menyenangkan.
1. QuickSnap Black and White (Monokrom Klasik)
Varian monokrom ini dihadirkan khusus bagi para pencinta estetika klasik yang memburu kontras pekat dan butiran grain yang bertekstur.
Kamera ini sudah dibekali gulungan film negatif hitam-putih ISO 400 berisi 27 jepretan.
Dari segi spesifikasi, perangkat kerasnya tetap mempertahankan estetika tradisional Fujifilm, yaitu:
-
Lensa plastik fixed focus 32mm f/10.
-
Kecepatan rana (shutter speed) yang stabil di angka 1/140s.
-
Lampu kilat (flash) bawaan yang mampu menjangkau subjek hingga jarak 3 meter.
Menariknya, proses cuci cetak film ini sangat mudah karena menggunakan proses kimia standar C-41 yang tersedia di hampir semua lab foto lokal saat ini.
2. QuickSnap Active (Tangguh dan Tahan Air)
Sementara itu, bagi para petualang dan pencinta olahraga ekstrem, Fujifilm menyediakan QuickSnap Active sebagai pengganti model tahan air generasi sebelumnya.
Varian Kamera Fujifilm QuickSnap yang satu ini dirancang dengan pelindung luar yang sangat kokoh lengkap dengan tali pengikat pergelangan tangan untuk menghadapi cuaca ekstrem.
Berkat cangkang pelindung tersebut, kamera ini sanggup diajak menyelam dan memotret hingga kedalaman 10 meter di bawah permukaan air.
Untuk mengompensasi kondisi minim cahaya di dalam air serta absennya lampu kilat, tipe Active dipersenjatai dengan film negatif warna berkecepatan tinggi, yaitu ISO 800.
Kembali ke Keaslian Tanpa Distraksi Digital

Popularitas fotografi analog yang tak lekang oleh waktu di kalangan generasi muda ini juga disebut oleh Bing Liem, President of Imaging Division di Fujifilm North America Corporation.
Ia menjelaskan bahwa kamera sekali pakai menawarkan sebuah kesengajaan dan tujuan yang jelas di tengah dunia modern yang bergerak terlalu cepat.
Menurutnya, format analog secara tidak langsung memaksa pengguna untuk memperlambat ritme mereka.
“Format ini membuat kita belajar untuk menjadi lebih otentik dan membingkai bidikan secara cermat tanpa adanya gangguan dari notifikasi digital,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa dengan menghilangkan berbagai kemudahan modern, sebuah kamera plastik sederhana pun akhirnya bertransformasi menjadi alat kreativitas yang penuh makna.
Harga dan Ketersediaan
Kedua versi Kamera Fujifilm QuickSnap edisi spesial ini dijadwalkan mulai menghiasi rak-rak toko ritel pada musim gugur tahun 2026.
Untuk pasar Amerika Serikat, varian monokrom (Black and White) dibanderol dengan harga 22,90 dolar AS (sekitar Rp350.000), sedangkan varian tangguh QuickSnap Active dilepas ke pasaran seharga 24,75 dolar AS (sekitar Rp380.000).