MALEINSPIRE.id – Pada tahun 1911, seorang profesor asal Amerika Serikat mengklaim telah menemukan benteng pegunungan kuno milik raja terakhir bangsa Inka yang tersembunyi jauh di Pegunungan Andes, Peru.
Namun, 53 tahun kemudian, penjelajah lain berhasil membuktikan bahwa klaim tersebut keliru, memicu salah satu kisah perburuan arkeologi paling menarik dalam sejarah modern.
Perjalanan Awal Hiram Bingham dan Misteri Machu Picchu
Akademisi Yale, Hiram Bingham III, awalnya direkrut oleh penduduk lokal pada 1909 bukan sebagai arkeolog profesional, melainkan didorong oleh rasa penasaran atas lokasi benteng kuno.
Dengan bekal buku panduan perjalanan Hints to Travellers, Bingham memulai ekspedisi yang berujung pada pengenalan situs Machu Picchu kepada dunia luar pada 1911.
Bingham sangat yakin bahwa penemuannya itu adalah Vilcabamba, kota suci tempat kaisar terakhir bangsa Inka menghimpun sisa-sisa rakyatnya setelah ibu kota Cusco direbut oleh pasukan penakluk Spanyol pada 1536.
Namun, ironisnya, Bingham kala itu sebenarnya sempat melewati lokasi asli Vilcabamba akibat kendala cuaca dan logistik.
Penemuan Kembali Espíritu Pampa oleh Gene Savoy
Keyakinan Bingham baru terpatahkan pada Agustus 1964 ketika penjelajah AS, Gene Savoy—yang dijuluki sebagai “Indiana Jones yang sesungguhnya”—menemukan kompleks reruntuhan di Espíritu Pampa, sekitar 60 kilometer di barat laut Machu Picchu.
Di tengah hutan awan yang terpencil, Savoy bersama rekannya menemukan sisa-sisa istana, bangunan granit, hingga air mancur yang diyakini sebagai benteng pertahanan terakhir bangsa Inka.
Tak lama berselang, sebuah tim dokumenter BBC mengikuti jejak Savoy dengan melintasi medan berat berupa sungai berjeram dan hutan lebat.
Temuan fisik berupa genteng berdesain Spanyol dengan sentuhan khas Inka di lokasi tersebut akhirnya memperkuat catatan sejarah sejarawan abad ke-16, Martín de Murúa, bahwa Espíritu Pampa adalah letak Vilcabamba yang sebenarnya.
Warisan Sejarah dan Teka-Teki Harta Karun Bangsa Inka
Meski lokasi Vilcabamba telah teridentifikasi, misteri peradaban ini belum sepenuhnya tuntas.
Hingga kini, keberadaan harta kekayaan, berhala emas, dan mumi para leluhur bangsa Inka yang konon disembunyikan di gua-gua tersembunyi masih menjadi spekulasi.
Bagi kita, kisah penemuan kota-kota kuno ini tidak hanya memperkaya catatan sejarah, tetapi juga membuktikan bahwa rimba Pegunungan Andes masih menyimpan banyak rahasia yang belum terungkap.