Royal Enfield Dokumentasikan Warisan Budaya Indonesia

Royal Enfield, merek sepeda motor tertua di dunia dengan produksi berkelanjutan, membuktikan komitmen terhadap misi sosialnya Responsible Travel, dengan mempublikasikan video dokumenter dengan judul “Kebangkitan Keris Bali”. Video dokumenter yang dibuat bersama Nusantara Documentary tersebut menandai komitmen dan keterlibatan langsung Royal Enfield dalam melestarikan budaya, termasuk di Indonesia, serta merupakan bagian dari inisiatif global Royal Enfield #LeaveEveryPlaceBetter yang telah menjadi katalisator di antara komunitas Royal Enfield di berbagai belahan dunia untuk berkendara dengan lebih bertanggung jawab.

Berbicara mengenai pelestarian warisan di Indonesia, Anuj Dua, Business Head APAC Royal Enfield, mengungkapkan: “Royal Enfield ingin menyemangati komunitas kami yang terus berkembang, agar dapat berkendara secara bertanggung jawab dan meninggalkan setiap tempat yang disinggahi dalam keadaan lebih baik – ini filosofi yang kami sebut #LeaveEveryPlaceBetter. Kami berkomitmen untuk melindungi dan melestarikan aset alam dan lingkungan hidup setempat selama kegiatan riding komunitas. Kami juga mendorong komunitas dan pengendara lainnya untuk berkendara dengan etis, dengan memberikan manfaat sosio-ekonomi ke masyarakat setempat yang rentan akan tantangan lingkungan hidup.”

“Video dokumenter mengenai pembuatan Keris Bali yang unik dan sakral merupakan upaya Royal Enfield melestarikan warisan budaya dan otentisitas, sambil terus menjalankan misi sosial kami. Kolaborasi kami dengan Nusantara Documentary untuk kedua kalinya menciptakan arsip visual budaya Indonesia, merupakan langkah kecil dengan harapan besar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta mengarsipkan secara visual Keris Bali yang telah mendapatkan penghargaan warisan budaya non-benda dari UNESCO,” lanjutnya.

Kampanye sosial #LeaveEveryPlaceBetter bertujuan mempromosikan budaya berkendara secara bertanggung jawab diantara komunitas Royal Enfield di seluruh dunia dan telah menjadi pendorong bagi para pengendara sepeda motor Royal Enfield untuk ride with a good cause (berkendara dengan tujuan positif). Menghindari penggunaan botol plastik sekali pakai, serta tidak meninggalkan sampah selama kegiatan berkendara telah menjadi tren baru di antara para pengendara sepeda motor Royal Enfield, sebagai hasil dari kampanye sosial tersebut.

Proses dokumentasi Keris Bali dilakukan oleh Bonfilio Yosafat, pendiri Nusantara Documentary, yang mengendarai Royal Enfield Himalayan ke Bali, kampung halaman dari para ‘pande’ pembuat keris. Perjalanan Bonfilio bersama Royal Enfield membawa misi mulia untuk mengarsipkan warisan leluhur Indonesia ini.

Berbicara tentang perjalanan panjangnya, Bonfilio Yosafat, Founder Nusantara Documentary mengatakan, “Ini merupakan kolaborasi kedua antara Nusantara Documentary dan Royal Enfield – sebuah brand yang telah melestarikan warisannya selama lebih dari 120 tahun. Klaborasi kami sebelumnya telah sukses mengangkat kebudayaan Tusuk Konde dengan teknik patri tiup tahun lalu. Perjalanan saya kali ini dimulai dari Yogyakarta menuju Bali dengan mengendarai Royal Enfield Himalayan, dan motor yang mumpuni ini membuat saya merasa sangat nyaman saat berkendara di jalur aspal hingga off-road. Di Angandring, Bali, kami mendokumentasikan proses pembuatan keris Bali, bertemu dengan beberapa narasumber untuk memperkuat karya, kemudian melanjutkan penjelajahan ke daerah lain hingga kami kembali ke Singaraja, selama kurang lebih 1 bulan.”

Keris Bali memang disakralkan dan biasanya merupakan benda pusaka yang diwariskan secara turun-temurun dalam satu keluarga. Keris memiliki makna ritual dan filosofis yang mendalam. Keris terbuat dari besi, baja dan nikel. Besi dan baja melambangkan “Ibu Pertiwi” (Ibu Pertiwi), sedangkan nikel melambangkan “Bapak Angkasa” (Bapak Langit). Keris merupakan gambaran alam itu sendiri dan diyakini memiliki energi alam. Semua bahannya berasal dari alam, dan dalam proses pembuatan keris pun banyak unsur alam yang dilibatkan. Keris hadir dalam berbagai bentuk, ada yang lurus dan ada yang melengkung (berluk), yang menyerupai liku-liku kehidupan, tahapan kehidupan, dan perjalanan hidup, dimana manusia menjalani kehidupannya hingga kembali kepada Tuhan.

“Sebagai pendiri Nusantara Documentary, saya secara khusus ingin berterima kasih kepada Royal Enfield yang telah mendukung misi kami untuk terus mengeksplorasi dan menciptakan arsip visual alam, budaya, dan kearifan lokal Indonesia. Saya sangat berharap arsip visual ini dapat bermanfaat bagi generasi mendatang, sebagai dorongan untuk terus menghargai, mengembangkan, dan melestarikan budaya Indonesia,” tambah Bonfilio.

“Bonfilio benar-benar mewujudkan spirit dari “#LeaveEveryPlaceBetter dalam perjalanannya melestarikan warisan budaya Indonesia melalui dokumentasi, termasuk kisah Keris Bali. Bersama-sama, kita dapat menyebarkan dan meningkatkan kesadaran tentang warisan Indonesia yang indah dan tak ternilai harganya,” pungkas Anuj Dua.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*