4 Tips Mencegah Rem Blong demi Keselamatan Berkendara

rem blong

MALEINSPIRE.id – Maraknya kecelakaan lalu lintas akibat kegagalan sistem pengereman atau “rem blong” menjadi pengingat bagi setiap pengendara untuk lebih waspada.

Kondisi ini sangat fatal karena saat sistem pengereman gagal berfungsi, kendaraan kehilangan kendali sepenuhnya, terutama di jalur menurun atau saat melaju dalam kecepatan tinggi.

Padahal, risiko ini bisa diminimalkan melalui kombinasi perawatan kendaraan yang disiplin dan teknik mengemudi yang tepat.

Tips mencegah rem blong

Berikut adalah panduan komprehensif untuk memastikan sistem pengereman kendaraan selalu dalam kondisi prima.

1. Disiplin perawatan komponen fisik rem

Menurut Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten, langkah preventif paling mendasar adalah melakukan pemeriksaan berkala pada seluruh komponen rem.

Pemeriksaan ini bukan sekadar mengecek fungsi, tetapi juga meliputi:

  • Pembersihan dan Pelumasan: Memastikan gerak mekanis rem tetap lancar dan tidak terhambat kotoran.

  • Penggantian Kampas Rem: Jangan menunggu hingga daya cengkeram hilang sepenuhnya. Kampas rem yang menipis harus segera diganti untuk menghindari kerusakan pada piringan cakram dan kegagalan pengereman.

2. Pastikan kualitas minyak rem

rem blong

Banyak pengemudi mengabaikan kondisi minyak rem, padahal cairan ini memegang peranan vital dalam sistem hidrolik.

Idealnya, minyak rem harus diganti setiap 40.000 kilometer atau ketika warnanya mulai menghitam.

Minyak rem yang sudah menurun kualitasnya akan lebih mudah menguap saat suhu meningkat akibat gesekan ekstrem.

Uap ini menciptakan gelembung udara di dalam sistem yang menyebabkan pedal rem terasa “ngempos” atau tidak memberikan tekanan saat diinjak, dan bisa memicu rem blong.

3. Perhatikan teknik mengemudi di jalan menurun

Kebiasaan mengemudi yang salah sering kali menjadi pemicu utama rem blong. Salah satu kesalahan fatal adalah menginjak pedal rem secara terus-menerus dalam waktu lama, terutama saat melewati turunan panjang.

Tindakan ini memicu overheating pada kampas dan cakram rem. Untuk menghindarinya, kita disarankan:

  • Memanfaatkan Engine Brake: Gunakan gigi rendah agar mesin membantu memperlambat laju kendaraan.

  • Pengereman Intermiten: Gunakan rem seperlunya, lalu lepaskan agar sistem memiliki waktu untuk mendinginkan suhu secara alami.

4. Deteksi dini: biasakan mengocok pedal rem

Hardi Wibowo dari bengkel Aha Motor Yogyakarta menyarankan pengemudi untuk membiasakan menekan atau “mengocok” pedal rem beberapa kali sebelum mulai berkendara.

Langkah sederhana ini membantu kita merasakan karakter sistem rem saat itu:

  • Pedal Ngempos: Jika pedal terasa terlalu dalam saat diinjak, kemungkinan ada udara dalam sistem atau kebocoran.

  • Pedal Keras: Jika pedal terasa keras meski mesin sudah menyala, ini bisa menjadi indikasi adanya masalah pada komponen booster rem.