MALEINSPIRE.id – Banyak dari kita yang bermimpi untuk panjang umur. Namun pertanyaannya, dalam kondisi seperti apa kita ingin menghabiskan masa tua tersebut?
Di dunia medis modern, fokus kini bergeser dari sekadar Life Span (durasi hidup) menjadi Health Span (durasi hidup dalam kondisi sehat).
Baru-baru ini, Matt Kaeberlein, CEO dan co-founder perusahaan startup Optispan serta peneliti di bidang longevity (panjang umur) membagikan rutinitas harian yang dirancang untuk memperlambat penuaan biologis.
Kabar baiknya, rutinitas ini bukan tentang obat ajaib yang mahal, melainkan tentang konsistensi pada kebiasaan sederhana yang bisa kamu terapkan mulai hari ini.
Rahasia panjang umur menurut Kaeberlein
1. Fondasi utama: tidur yang tidak bisa ditawar
Bagi pakar longevity, tidur adalah investasi kesehatan terbaik. Menjaga jadwal tidur yang konsisten, yakni 7-8 jam setiap malam, menjadi prioritas utama.
Proses pembersihan racun di otak dan regenerasi sel terjadi secara optimal saat kita tidur nyenyak.
Jika kamu sering mengabaikan waktu istirahat, ingatlah bahwa tubuh yang kurang tidur akan mengalami peradangan kronis yang mempercepat penuaan.
2. Nutrisi berbasis nabati dan jendela makan
Pola makan yang diterapkan tidaklah rumit.
Fokusnya adalah pada makanan utuh (whole foods) yang kaya akan serat dan antioksidan, seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, dan buah beri.
Selain apa yang dimakan, waktu kita makan juga sangat krusial.
Kaeberlein menerapkan jendela makan (puasa intermiten) untuk memberikan waktu bagi tubuh melakukan proses autofagi —sebuah mekanisme pembersihan sel-sel rusak secara alami.
3. Kekuatan otot dan kapasitas paru

Aktivitas fisik dibagi menjadi dua fokus besar:
-
Latihan Ketahanan (Strength Training): Menjaga massa otot sangat penting seiring bertambahnya usia untuk mencegah kerapuhan tulang dan menjaga metabolisme.
-
Kesehatan Kardiovaskular (VO2 Max): Aktivitas seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang membantu jantung kita tetap kuat dan memastikan aliran oksigen ke seluruh sel tubuh tetap maksimal.
4. Manajemen stres dan koneksi sosial
Kaeberlein juga menekankan bahwa kesehatan mental memiliki dampak langsung pada telomer (bagian dari DNA yang menentukan usia sel).
Praktik mindfulness seperti meditasi singkat atau sekadar bersyukur setiap pagi membantu menurunkan hormon kortisol.
Selain itu, menjaga hubungan sosial yang berkualitas dengan orang-orang di sekitar terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan harapan hidup dan kebahagiaan kita.
Mulai dari langkah kecil
Rahasia panjang umur sebenarnya terletak pada akumulasi keputusan-keputusan kecil yang kita ambil setiap harinya.
Kamu tidak perlu merombak seluruh hidup dalam semalam. Cukup pilih satu atau dua rutinitas di atas dan lakukan secara konsisten.