3 Panduan Pola Makan bagi Penderita Asam Lambung di Bulan Ramadan

penderita asam lambung

MALEINSPIRE.id – Menjalani ibadah puasa adalah momen yang penuh keberkahan, namun bagi para penderita asam lambung atau maag, tantangan fisik sering kali membayangi.

Perubahan jam makan dan kondisi perut yang kosong selama lebih dari 12 jam dapat memicu sensasi perih atau kembung jika tidak disiasati dengan benar.

Bagi penderita asam lambung, menjaga lambung tetap “tenang” bukan hanya soal minum obat saat sahur, melainkan tentang kedisiplinan dalam memilih apa yang masuk ke dalam tubuh kita.

Tips pola makan untuk penderita asam lambung di bulan Ramadan

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Andi Khomeini Takdir Haruni, Sp.PD, membagikan tiga strategi krusial bagi penderita asam lambung untuk mengatur pola makan agar ibadah puasa tetap berjalan lancar tanpa gangguan pencernaan.

1. Kenali “Musuh” Lama

Setiap lambung memiliki ambang toleransi yang berbeda.

Menurut Andi, langkah preventif paling dasar adalah menghindari makanan yang memang sudah terbukti menjadi pemicu bagi kondisi pribadi kita.

Jika kamu memiliki riwayat sensitivitas terhadap jenis makanan tertentu, sebaiknya tetap konsisten untuk menghindarinya saat sahur dan berbuka.

Secara umum, kelompok makanan yang sering memicu kambuhnya asam lambung meliputi:

  • Makanan yang terlalu pedas atau asam.

  • Hidangan yang terlalu bersantan.

  • Gorengan atau makanan yang terlalu berminyak.

2. Hindari Prinsip Serba “Terlalu”

penderita asam lambung

Kunci utama kesehatan pencernaan selama Ramadan adalah keseimbangan.

Andi menekankan pentingnya menghindari makanan yang sifatnya “terlalu” atau ekstrem.

Sesuatu yang berlebihan akan memaksa lambung bekerja ekstra keras dalam kondisi metabolisme kita yang sedang beradaptasi.

Saran terbaik adalah membatasi makanan atau minuman yang:

  • Terlalu asin atau terlalu manis.

  • Terlalu banyak dikonsumsi dalam satu waktu.

  • Terlalu ekstrem dalam hal rasa maupun tekstur.

3. Berbuka Bukan Berarti “Balas Dendam”

Kesalahan umum yang sering dilakukan saat waktu berbuka tiba adalah makan dalam porsi besar sekaligus.

Andi mengingatkan bahwa momen berbuka dan sahur sebaiknya dijalani dengan porsi yang wajar bagi kita.

“Porsinya jangan terlalu besar. Standar saja. Karena ini bukan seperti maju ke medan perang,” kata dia.

Makan dengan porsi moderat membantu lambung melakukan penyesuaian secara perlahan setelah beristirahat seharian, sehingga risiko acid reflux atau naiknya asam lambung ke kerongkongan dapat diminimalkan.