Rekor Baru! Jumlah Centenarian di Jepang Tembus Angka 100.000 Jiwa

centenarian

MALEINSPIRE.id – Melihat angka 100 secara visual—baik itu 100 keping koin, 100 buku yang berjejer, atau 100 kotak di kalender—sudah cukup membuat kita membayangkan betapa banyaknya ruang yang dibutuhkan.

Sekarang, coba bayangkan jika angka tersebut dikalikan seribu hingga menjadi 100.000. Angka yang sulit dibayangkan secara visual ini kini menjadi gambaran nyata dari rekor populasi terbaru di Negeri Sakura.

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang baru saja mencatat lonjakan bersejarah, di mana jumlah centenarian di Jepang—yakni penduduk yang berusia 100 tahun atau lebih—resmi menembus angka 107.677 jiwa per 1 September 2026.

Lonjakan sebanyak 7.914 orang dari tahun sebelumnya ini menjadi momen pertama kalinya angka centenarian melampaui ambang batas 100.000.

Perjalanan Panjang Rekor Lonjakan Populasi Centenarian

Pertumbuhan jumlah centenarian di Jepang mengalami lonjakan yang sangat dramatis dari waktu ke waktu.

Saat pemerintah setempat mulai mendata populasi lansia pada 1963, mereka hanya mencatat 153 orang yang berusia seabad.

Angka tersebut baru berhasil menyentuh 50.000 jiwa pada 2012, sebelum akhirnya melipatgandakan jumlahnya dalam kurun waktu kurat dari 15 tahun.

Saat ini, predikat wanita tertua di Jepang dipegang oleh Fuyo Kishimoto asal Kota Kyoto yang berusia 114 tahun.

Sementara itu, gelar pria tertua dipegang oleh Hikaru Kato dari Kota Kumamoto yang kini berumur 112 tahun.

Dari total rekor tahun ini, kaum hawa mendominasi secara signifikan.

Sebanyak 94.298 jiwa atau hampir 90 persen di antaranya adalah perempuan, sedangkan lansia pria berjumlah 13.379 jiwa.

Data ini juga mencakup 54.294 warga negara asing dan pemegang izin tinggal tetap (45.769 perempuan dan 8.525 pria)—sebuah angka tertinggi sepanjang sejarah seiring terus meningkatnya proporsi populasi asing di sana.

Sebaran Wilayah dan Perayaan Hari Penghormatan Lansia

Secara nasional, rerata jumlah centenarian di Jepang berada di angka 87,51 orang untuk setiap 10.000 penduduk.

Prefektur Shimane memimpin daftar wilayah dengan rerata tertinggi, yaitu 186,65 orang, disusul Kochi (169,52) dan Tottori (152,48). Sebaliknya, wilayah dengan rerata terkecil dicatatkan oleh Prefektur Saitama (51,27), Aichi (57,79), dan Osaka (60,06).

Pencapaian data baru ini menjadi momentum yang sangat pas dengan peringatan Respect for the Aged Day (Hari Penghormatan bagi Orang Tua), libur nasional yang dirayakan pada 21 September.

Melihat pesatnya pertumbuhan jumlah centenarian di Jepang, banyak pemerintah kota yang mulai memutar otak untuk merancang konsep perayaan ulang tahun para lansia ini.

Satu hal yang pasti, bisnis lilin ulang tahun di Jepang tampaknya harus siap-siap memproduksi stok jauh lebih banyak dari biasanya.