MALEINSPIRE.id – Di era modern saat ini, bersikap lebih tenang seolah menjadi barang langka.
Berbagai dinamika kehidupan hingga interaksi di media sosial sering kali memicu kecemasan dan kepanikan.
Padahal, memiliki pikiran yang damai sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup kita dan orang-orang di sekitar.
Mengetahui cara menjadi pribadi yang bersikap lebih tenang dapat membantu kita menghadapi setiap tekanan hidup dengan lebih bijak.
Tips bersikap lebih tenang
Terapis asal Florida, AS, Jeffrey Meltzer, membagikan tiga langkah praktis yang bisa kita terapkan untuk mengendalikan emosi dan merawat kedamaian pikiran.
1. Jaga Perspektif Pikiran Kita
Meltzer menjelaskan bahwa reaksi berlebihan kerap terjadi karena otak membesar-besarkan masalah yang sebenarnya bisa diatasi.
Saat situasi mulai memancing emarah atau kepanikan, coba tanyakan pada diri sendiri apakah masalah tersebut masih akan relevan dalam seminggu, sebulan, atau setahun ke depan.
“Ini bukan tentang berpura-pura bahwa tidak ada yang penting, melainkan tentang mengenali perbedaan antara kejadian yang tidak menyenangkan dan sebuah bencana,” ungkap Meltzer.
Ia menuturkan bahwa menjaga perspektif seperti ini memungkinkan kamu merespons situasi nyata, bukan skenario terburuk yang diciptakan oleh pikiran sendiri.
2. Latih Ketenangan
Kita tidak bisa langsung bersikap lebih tenang saat menghadapi percakapan sulit jika tidak pernah melatihnya.
Meltzer menyarankan agar kamu melatih respons tenang tersebut bersama terapis atau teman tepercaya, terutama jika memiliki kecenderungan bersikap defensif saat dikritik.
Melatih jeda, mendengarkan, dan merespons secara tenang lewat simulasi akan mempermudah akses emosi tersebut dalam kehidupan nyata.
Sebab, bersikap lebih tenang merupakan sebuah keterampilan yang bisa kita perkuat secara aktif.
3. Tenangkan Tubuh Sebelum Memberikan Respons
Sangat sulit untuk berpikir jernih ketika detak jantung berpacu cepat, otot tegang, dan napas terasa memburu.
Langkah penting dalam bersikap lebih tenang adalah dengan meredakan respons fisik terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.
Sebelum bertindak atau berbicara, cobalah melambatkan tarikan napas—misalnya dengan menghirup dan menghembuskan napas masing-masing selama 5 detik beberapa kali.
Selain itu, kendurkan bahu serta rilekskan rahang kamu.
“Meskipun kamu mungkin tidak bisa mengontrol reaksi emosional awal, menenangkan tubuh fisik memberikan kendali lebih besar atas tindakan selanjutnya,” tutur Jeffrey.