Kisah MacBook Air M1: Jadi ‘Tameng’ Nyawa Tentara Ukraina di Medan Perang

Macbook Air M1

MALEINSPIRE.id – MacBook Air M1 rilisan tahun 2020 kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya.

Namun, kali ini diskusinya bukan soal efisiensi daya atau kecepatan cip Silicon-nya, melainkan tentang ketangguhan fisiknya yang tak terduga: menjadi tameng dari terjangan timah panas di medan tempur Ukraina.

Kisah heroik ini dibagikan oleh seorang tentara Ukraina melalui akun X (dahulu Twitter) @lanevychs.

Ia mengunggah foto-foto MacBook Air M1 miliknya yang mengalami kerusakan serius setelah terkena serpihan peluru (shrapnel).

MacBook Air M1 tetap menyala meski layar berlubang

Macbook Air M1

Dalam foto yang viral tersebut, tampak panel layar MacBook Air M1 mengalami retak hebat dengan sebuah lubang kecil akibat hantaman pecahan peluru.

Meski kondisi fisiknya terlihat memprihatinkan, keajaiban terjadi saat perangkat tersebut dinyalakan. Sebagian panel layar masih mampu menampilkan gambar dengan jelas.

Dampak benturan tersebut ternyata tidak sampai menembus seluruh bodi laptop.

Kerusakan fisik lainnya terlihat pada area keyboard, di mana hanya satu tombol —yakni huruf “K— yang terlepas dari tempatnya, sementara tombol lainnya tetap utuh.

Sang pemilik pun melontarkan pertanyaan bernada kagum sekaligus penasaran dalam unggahannya.

“Seberapa tinggi tingkat perlindungan balistik MacBook Air pada M1? Karena yang satu ini selamat dari pecahan laras,” tulis @lanevychs.

Menariknya lagi, MacBook Air tersebut masih bisa digunakan untuk aktivitas terbatas.

Meski layarnya “terluka”, laptop tersebut masih sanggup menjalankan aplikasi dan digunakan untuk menggulir (scrolling) beranda media sosial X tanpa kendala sistem yang berarti.

Bukan “luka” pertama

Melalui kolom komentar, sang tentara mengungkapkan bahwa insiden ini bukanlah kali pertama laptopnya mengalami kerusakan akibat perang.

Sebelumnya, ia mengaku sempat mengganti komponen “matrix” —yang diduga merujuk pada motherboard atau modul internal utama— akibat serangan drone FPV (First Person View).

Hal ini mengindikasikan bahwa perangkat tipis besutan Apple tersebut telah berulang kali menemani sang pemilik melewati kondisi ekstrem di zona konflik, yang kemungkinan besar berada di garis depan pertempuran.

Kekuatan di balik desain tipis

Secara teknis, MacBook Air M1 dikenal sebagai salah satu laptop tertipis yang pernah diproduksi Apple, dengan ketebalan hanya 0,16 hingga 0,63 inci.

Rahasia ketangguhannya terletak pada penggunaan material aluminium unibody.

Selain memberikan kesan mewah dan ringan, material aluminium ini juga berfungsi sebagai sistem pendingin pasif karena MacBook Air M1 tidak menggunakan kipas.

Siapa sangka, struktur bodi aluminium yang solid tersebut ternyata cukup kuat untuk meredam energi dari serpihan peluru sehingga tidak menembus komponen vital di dalamnya.

Tentu saja, insiden ini tidak menjadikan MacBook Air sebagai perangkat standar militer atau alat perlindungan balistik.

Namun, kejadian ini menjadi bukti nyata bagaimana sebuah perangkat konsumen yang dirancang untuk produktivitas kantor mampu bertahan dalam skenario penggunaan paling ekstrem yang pernah ada.