Kunci Komunikasi Elegan: Memahami Landing Phrases dan Hindari Filler Words

landing phrases

MALEINSPIRE.id – Dalam komunikasi lisan, pemilihan kata yang tepat memiliki peran krusial, dan ada satu metode bernama landing phrases. Apa itu?

Seringkali, penggunaan kata pengisi (filler words) seperti “umm,” “ehh,” atau “etc,” dapat mengganggu alur bicara dan mengurangi minat pendengar.

Guna mengatasi masalah ini, ahli komunikasi ternama, Matt Abrahams, membagikan beberapa teknik efektif, salah satunya yakni mengimplementasikan landing phrases.

5 Topik Obrolan yang Bikin Hubungan Awet dan Bahagia

Menghilangkan filler words dapat meningkatkan kejelasan komunikasi, memperkuat kesan percaya diri, dan bahkan membantu mengatasi kecemasan berbicara di depan umum (stage fright).

Apa Itu landing phrases?

landing phrases

Dalam sebuah segmen yang dibagikan dari Huberman Lab podcast, Abrahams memperkenalkan konsep landing phrases (frasa pendaratan) yang diartikan sebagai mengambil napas di akhir setiap kalimat.

Strategi ini mengharuskan pembicara untuk mengakhiri kalimat dengan jeda yang jelas dan disengaja, sekaligus mengambil napas sebelum memulai kalimat baru.

Tindakan sederhana ini secara efektif mencegah dorongan spontan untuk mengisi keheningan dengan kata seperti “umm.”

Abrahams menyarankan sebuah metode latihan praktis.

“Lihat kalender atau jadwal Anda setiap hari, dan sekali sehari bacalah dengan suara keras semua yang ada di jadwal Anda. Dan di akhir setiap item, land the phrase.”

Alih-alih berkata “Pergi makan siang dengan Sarah, umm, lalu latihan di gym, ehh, baru setelah itu bertemu putra saya untuk makan malam.”

Mengapa Sebagian Orang Tetap Berteman dengan Mantan? Ini Motifnya, Kata Studi

Lebih baik berlatih mengucapkan:

  • “Pergi makan siang dengan Sarah.” (Jeda dan Tarik Napas)

  • “Latihan di gym.” (Jeda dan Tarik Napas)

  • “Bertemu putra saya untuk makan malam.”

Dengan landing phrases yang melatih jeda dan menarik napas di antara setiap frasa, individu melatih diri untuk memulai kalimat berikutnya tanpa harus bergantung pada kata pengisi.

Tips tambahan untuk mengurangi filler words

landing phrases

Selain landing phrases, beberapa strategi berikut dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas komunikasi:

Keterampilan Berbicara dengan Orang Asing Jadi Keunggulan Gen Z di Dunia Kerja

  • Kesadaran Diri dan Jeda: Sangat penting untuk mempertahankan kesadaran penuh terhadap kalimat yang diucapkan. Manfaatkan jeda yang dibutuhkan untuk menarik dan mengembuskan napas. Jeda yang disengaja dan terukur lebih baik daripada kalimat yang diisi dengan “umm.”

  • Rekam dan Tinjau (Record and Review): Sebelum menyampaikan pidato atau presentasi, rekam diri kita saat berlatih. Tinjauan rekaman akan memberikan pemahaman yang jelas mengenai area mana yang memerlukan perbaikan. Fokus utama dalam praktik seharusnya adalah menjaga alur bicara agar tidak terputus, bukan sekadar menghafal.

  • Mencari Umpan Balik (Seek Feedback): Mintalah anggota keluarga atau teman untuk mendengarkan pidato kita dan memberikan umpan balik yang konstruktif mengenai cara bicara, alur, dan konsistensi kita.

  • Tetapkan Tujuan Spesifik: Integrasikan strategi berbicara yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari dengan menetapkan tujuan yang terukur. Tindakan ini akan membantu secara progresif mengurangi penggunaan kata pengisi dan secara keseluruhan meningkatkan kualitas komunikasi lisan.