MALEINSPIRE.id – Waktu terasa berjalan begitu cepat, dan tidak terasa kita akan kembali menyambut bulan Ramadan yang penuh berkah.
Berdasarkan kalender, Indonesia dijadwalkan akan memasuki awal bulan Ramadan pada tanggal 18 Februari 2026.
Selain persiapan spiritual, salah satu hal yang paling dinanti adalah momen berbuka puasa dengan sajian yang istimewa.
Setiap budaya memiliki cara unik untuk merayakan kemenangan setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Makanan khas bulan Ramadan dari berbagai belahan dunia
Mari kita menjelajahi kelezatan dunia melalui 5 makanan khas bulan Ramadan dari berbagai negara yang tidak hanya nikmat, tetapi juga sarat akan makna tradisi.
1. Harira (Maroko)

Jika di Indonesia kita sering mencari kolak, di Maroko, masyarakatnya memilih Harira sebagai sajian pembuka.
Ini adalah sup kental berbahan dasar tomat, kacang lentil, dan bumbunya yang kaya akan rempah.
Teksturnya yang hangat dan nutrisinya yang lengkap sangat cocok untuk mengembalikan energi tubuh setelah berpuasa seharian.
Harira sering disajikan bersama kurma atau roti tradisional untuk menambah kelezatan.
2. Samosa (Asia Selatan)

Bergeser ke wilayah India, Pakistan, dan Bangladesh, Samosa adalah primadona yang sulit digantikan.
Gorengan berbentuk segitiga ini memiliki isian yang sangat bervariasi, mulai dari kentang berbumbu rempah, daging cincang, hingga sayuran.
Teksturnya yang renyah di luar dan gurih di dalam menjadikannya camilan berbuka yang sangat populer di kalangan wisatawan maupun penduduk lokal.
3. Kunafa (Timur Tengah)

Bagi kamu pencinta hidangan manis, Kunafa adalah jawabannya.
Hidangan penutup legendaris dari Timur Tengah ini terbuat dari adonan tipis mirip bihun yang dipanggang hingga garing, diisi dengan keju yang lumer, dan disiram sirup gula beraroma mawar atau jeruk.
Sensasi perpaduan rasa gurih keju dan manis sirupnya akan langsung memanjakan lidah kita saat berbuka puasa.
4. Ramazan Pidesi (Turki)

Turki memiliki tradisi unik berupa roti khusus bernama Ramazan Pidesi.
Roti datar ini biasanya hanya muncul selama bulan suci.
Memiliki tekstur yang lembut dengan taburan biji wijen atau jintan hitam di atasnya, roti ini menjadi pelengkap sempurna untuk dinikmati bersama sup atau hidangan daging.
Aroma roti segar yang baru keluar dari panggangan sering kali memenuhi jalanan Turki menjelang waktu berbuka.
5. Kolak (Indonesia)

Tentu saja, daftar ini tidak akan lengkap tanpa menyebutkan kebanggaan kita sendiri. Kolak adalah wajah bulan Ramadan di Indonesia.
Perpaduan antara pisang, ubi, atau biji salak yang dimasak dalam kuah santan dan gula aren memberikan rasa manis yang “ngangenin“.
Kolak bukan sekadar makanan, ia adalah simbol kehangatan keluarga saat berkumpul di meja makan.
Merayakan keberagaman di atas meja
Meski menu yang tersaji berbeda-beda, esensi dari setiap hidangan ini tetaplah sama: merayakan rasa syukur dan kebersamaan.
Menyambut bulan Ramadan, mana dari hidangan di atas yang paling ingin kamu coba hadirkan di meja makan rumah?