Makna Mendalam di Balik Kudapan Khas Tahun Baru Imlek, Kue Keranjang dan Kue Bulan

Kudapan khas Tahun Baru Imlek

MALEINSPIRE.id – Perayaan Tahun Baru Imlek selalu menjadi momen yang dinanti, tidak hanya karena kemeriahannya, tetapi juga karena deretan hidangan khas yang sarat akan doa dan harapan.

Di antara sekian banyak sajian, kue keranjang dan kue bulan adalah dua primadona yang hampir selalu menghiasi meja perjamuan atau keranjang hadiah.

Meski keduanya memiliki cita rasa manis yang memanjakan lidah, bagi masyarakat Tionghoa, kedua kue khas Tahun Baru Imlek ini memiliki identitas yang sangat berbeda.

Mulai dari filosofi, tekstur, hingga waktu penyajiannya, berikut adalah ulasan mengenai perbedaan kue keranjang dan kue bulan yang perlu kamu ketahui.

Makna kue keranjang dan kue bulan dalam Tahun Baru Imlek

Kue Keranjang: Simbol Keberuntungan yang Lengket

Kue keranjang, atau yang secara tradisional disebut Nian Gao, adalah hidangan yang wajib ada saat Tahun Baru Imlek.

Terbuat dari tepung ketan dan gula, kue ini memiliki tekstur kenyal dan lengket yang sangat khas.

  • Filosofi: Rasa manisnya melambangkan harapan agar kehidupan di tahun mendatang semakin manis dan bahagia. Sementara itu, teksturnya yang lengket adalah simbol dari hubungan keluarga yang erat dan tidak terpisahkan.

  • Makna Nama: Nama Nian Gao sendiri terdengar seperti kata “tahun yang lebih tinggi”, yang merujuk pada doa agar rezeki, karier, dan kualitas hidup meningkat setiap tahunnya.

  • Tradisi: Karena kemiripan tampilan dan teksturnya, kue ini sering dijuluki sebagai “Dodol China”. Biasanya, kue keranjang disusun bertingkat sebagai simbol peningkatan kemakmuran, dan baru diolah (digoreng atau dikukus) beberapa hari setelah puncak perayaan Imlek.

Kue Bulan: Keutuhan dalam Tradisi Ribuan Tahun

Kudapan khas Tahun Baru Imlek

Berbeda dari kue keranjang, kue bulan (Mooncake) sebenarnya adalah bintang utama pada Festival Pertengahan Musim Gugur.

Namun, karena keindahannya, kue ini juga kerap dijadikan hantaran premium saat perayaan Tahun Baru Imlek.

  • Filosofi: Bentuknya yang bulat sempurna melambangkan keutuhan, kesatuan, dan kebersamaan keluarga. Di bagian atasnya, biasanya terdapat ukiran aksara Mandarin yang berisi doa-doa baik.

  • Isian dan Tekstur: Berbeda dengan kue keranjang yang polos, kue bulan memiliki isian yang beragam, mulai dari pasta biji teratai, kacang merah, hingga kuning telur asin di tengahnya yang menyerupai bulan purnama. Teksturnya lebih padat dan tidak selengket kue keranjang.

  • Sejarah: Kue ini memiliki sejarah panjang lebih dari 3.000 tahun, yang bermula dari tradisi persembahan pada masa Dinasti Tang dan mencapai puncak popularitasnya sebagai menu harian masyarakat sejak akhir Dinasti Yuan.

Perbandingan Visual dan Makna

Secara singkat, perbedaan utama keduanya terletak pada tujuan penyajiannya.

Kue keranjang adalah simbol pertumbuhan dan keberuntungan di awal tahun baru, sedangkan kue bulan adalah simbol keutuhan dan rasa syukur.

Dari segi tekstur, kue keranjang memberikan sensasi kenyal yang memuaskan, sementara kue bulan menawarkan kemewahan rasa dari aneka isian di dalamnya.

Kehadiran kedua hidangan manis ini membuktikan bahwa setiap elemen dalam perayaan tradisi Tionghoa tidak pernah dibuat secara sembarangan.

Semuanya merupakan wujud syukur dan permohonan agar kebaikan selalu menyertai kita semua.