MALEINSPIRE.id – PT Ekonomi Sirkular Indonesia (Surplus Indonesia) secara resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan Artotel Group untuk mengatasi permasalahan limbah makanan (food waste) melalui platform digital mereka.
Kolaborasi Surplus Indonesia x Artotel Group diharapkan dapat menjadi katalis dalam mendorong praktik keberlanjutan yang lebih luas di tanah air.
Dampak Nyata Penyelamatan Makanan
Sebagai startup yang fokus pada dampak sosial dan lingkungan, Surplus Indonesia telah mencatatkan pencapaian yang signifikan sebelum memulai kerja sama ini:
-
Penyelamatan Produk: Perusahaan telah berhasil menyelamatkan lebih dari 400.000 produk makanan dari risiko terbuang percuma.
-
Efisiensi Ekonomi: Inisiatif tersebut berhasil mencegah potensi kerugian ekonomi yang nilainya diprediksi melampaui 1 juta dolar AS.
-
Reduksi Emisi: Surplus Indonesia mampu mengurangi emisi hampir 10 juta CO2 yang biasanya dihasilkan dari tempat pembuangan akhir.
-
Jangkauan Pengguna: Program-program tersebut telah memberikan dampak langsung kepada lebih dari 1.500.000 pengguna aplikasi.
Sinergi untuk Akses Pangan Berkualitas

Melalui kemitraan ini, jaringan hotel serta unit bisnis di bawah naungan Artotel Group akan memanfaatkan aplikasi Surplus untuk mendistribusikan makanan berlebih yang masih sangat layak konsumsi.
Masyarakat pun dapat mengakses makanan berkualitas tersebut dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Langkah ini dinilai efektif untuk mengurangi beban limbah pada lingkungan sekaligus membuka akses pangan yang lebih inklusif.
Sandiaga Salahuddin Uno, Advisor & Shareholder Surplus Indonesia, memberikan apresiasi atas sinergi ini.
Ia menekankan bahwa kolaborasi tersebut tidak hanya memperkuat ekonomi sirkular di sektor hospitality, tetapi juga berpotensi menciptakan peluang “lapangan kerja hijau” atau green jobs yang inovatif bagi masyarakat.
Komitmen Keberlanjutan Global
Founder & CEO Artotel Group, Erastus Radjimin, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari operasional perusahaan yang bertanggung jawab.
Hal ini sejalan dengan identitas mereka sebagai perusahaan perhotelan Indonesia yang telah mengantongi sertifikasi dari Global Sustainable Tourism Council (GSTC).
Sementara itu, Agung Saputra, CEO Surplus Indonesia, optimis bahwa kerja sama ini dapat menjadikan Indonesia sebagai contoh nyata dalam penerapan ekonomi sirkular di Asia Tenggara.
Melalui keterlibatan lebih banyak pelaku industri, diharapkan dampak positif terhadap ekonomi, sosial, dan lingkungan akan semakin masif di masa depan.