MALEINSPIRE.id – Bahaya microsleep saat berkendara menjadi ancaman nyata bagi para pemudik yang tengah menempuh perjalanan jauh kembali dari kampung halaman pada arus balik Lebaran 2026.
Kondisi ini sering kali muncul tanpa disadari berupa tidur singkat dalam hitungan detik akibat kelelahan dan tuntutan untuk selalu siaga di balik kemudi dalam durasi yang lama.
Dr Zaenal Muttaqien, AIFM, dosen fisiologi olahraga dari FK-KMK UGM, menjelaskan bahwa meskipun hanya berlangsung sekejap, fenomena ini sangat membahayakan keselamatan nyawa di jalan raya.
Tuntutan fokus yang terus-menerus selama arus balik yang padat dapat menguras stamina pengemudi secara drastis.
Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda kelelahan sejak dini merupakan kunci utama untuk menghindari kecelakaan yang tidak diinginkan.
Faktor Pemicu dan Bahaya Microsleep Saat Berkendara
Munculnya bahaya microsleep saat berkendara bukanlah kondisi yang datang secara tiba-tiba, melainkan akumulasi dari beberapa faktor fisik dan lingkungan.
Zaenal memaparkan beberapa pemicu utama yang perlu diwaspadai oleh setiap pengendara:
-
Waktu Istirahat yang Kurang: Stamina yang tidak stabil akibat kurang tidur secara signifikan meningkatkan risiko kehilangan kesadaran sesaat.
-
Dehidrasi: Kehilangan cairan tubuh dapat mengganggu fokus dan fungsi kognitif selama perjalanan.
-
Durasi Perjalanan yang Panjang: Waktu tempuh yang lama di tengah kemacetan arus balik membuat tubuh lebih cepat lelah dan emosi menjadi tidak stabil.
-
Efek Jet Lag: Bagi individu yang baru saja menempuh perjalanan lintas zona waktu, bahaya microsleep akan menjadi jauh lebih tinggi.
Dengan memahami berbagai faktor ini, pengemudi diharapkan dapat melakukan mitigasi secara mandiri sebelum memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.
Tips Menghindari Microsleep Saat Berkendara

Guna mencegah bahaya microsleep saat berkendara, langkah paling efektif adalah beristirahat segera setelah rasa kantuk mulai muncul.
Zaenal sangat menyarankan untuk tidak memaksakan diri dan menggantungkan fokus hanya pada konsumsi kopi, karena kafein tidak selalu memberikan bantuan yang efektif dalam kondisi kelelahan ekstrem.
Berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang disarankan oleh pakar UGM itu:
-
Melakukan Peregangan (Stretching): Sempatkan untuk melakukan peregangan setiap satu jam perjalanan guna melancarkan aliran darah ke jantung dan otak.
-
Latihan Pernapasan: Menarik napas dalam-dalam secara teratur dapat membantu menjaga kesegaran tubuh dan konsentrasi.
-
Konsumsi Air Putih: Minumlah air mineral secara sedikit demi sedikit namun sering untuk menjaga hidrasi tubuh tetap terjaga.
-
Menepi di Tempat Aman: Jika kantuk semakin sering datang, segera menepi dan ambillah waktu untuk tidur sejenak daripada menanggung risiko yang dapat merugikan diri sendiri serta pengendara lain.
Ingatlah bahwa indikator keberhasilan perjalanan bukan hanya sekadar sampai di tujuan, melainkan keamanan di setiap etape perjalanan.
Berkendaralah dengan perasaan yang tenang dan jangan lupa untuk selalu berdoa agar selamat sampai di rumah bersama keluarga.