Marcus Coll, Satu-satunya Pencetak Gol Olimpiade di Piala Dunia yang Tak Terlupakan

gol olimpiade

MALEINSPIRE.id – Gol olimpiade di Piala Dunia merupakan fenomena yang sangat langka, dan hingga saat ini, hanya ada satu nama yang berhasil mematri sejarah tersebut dalam buku rekor turnamen: Marcos Tulio Coll Tesillo.

Meski namanya mungkin tidak segemerlap jajaran megabintang lainnya, eks gelandang tim nasional Kolombia ini memiliki tempat abadi berkat torehan gol olimpiade ajaibnya pada edisi tahun 1962.

Sebagai informasi, istilah “gol olimpiade” merujuk pada gol yang tercipta langsung dari tendangan sepak pojok tanpa sentuhan pemain lain.

Terminologi ini pertama kali dipopulerkan oleh Cesario Onzari dari Argentina pada tahun 1924, namun dalam sejarah panjang 96 tahun penyelenggaraan Piala Dunia, kejadian ini baru terjadi tepat satu kali.

Marcos Coll: Pencetak Gol Olimpiade di Piala Dunia Pertama dan Terakhir

gol olimpiade

Momen bersejarah tersebut tercipta saat Kolombia melakoni debut mereka di Piala Dunia 1962 yang berlangsung di Chile.

Pada pertandingan fase grup melawan raksasa Uni Soviet, Kolombia sempat tertinggal jauh dengan skor 1-4.

Di tengah dominasi “The Red Army” yang saat itu diperkuat oleh kiper terbaik sejagat, Lev Yashin, Marcos Coll menghadirkan sebuah keajaiban dari sudut lapangan.

Berbeda dari skema sepak pojok pada umumnya yang melambungkan bola ke kerumunan pemain, Coll memilih teknik yang tidak lazim.

Ia melepaskan tembakan rendah yang tajam. Bola meluncur mengolongi pemain lawan, memantul di garis gawang, dan bersarang tepat di tiang dekat tanpa bisa dihalau oleh Yashin.

“Bola itu memantul seperti biliar dan melesat melewati kiper hebat bernama Lev Yashin.”

“Terdengar sorak-sorai yang sangat meriah karena saya berhasil mencetak gol ke gawang kiper terbaik di dunia,” kenang Coll dalam wawancaranya bersama FIFA pada 2014 silam.

Strategi Cerdas Menaklukkan Lev Yashin

Menariknya, gol tersebut bukanlah sebuah kebetulan semata.

Puluhan tahun kemudian, Coll mengungkapkan bahwa ia sengaja mengincar gawang secara langsung dengan tendangan rendah.

Alasannya cukup taktis: ia menyadari bahwa postur tubuh para pemain Uni Soviet jauh lebih tinggi dibandingkan rekan-rekan setimnya, sehingga memenangkan duel udara di kotak penalti adalah hal yang hampir mustahil.

Keputusan berani tersebut terbukti ampuh membakar semangat juang Los Cafeteros.

Dari posisi tertinggal tiga gol, Kolombia bangkit secara heroik dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 4-4.

Meski akhirnya mereka gagal melaju ke fase gugur, aksi comeback yang diawali oleh gol sepak pojok tersebut tetap menjadi salah satu cerita paling ikonik dalam sejarah sepak bola Kolombia.

Hingga saat ini, rekor Marcos Coll belum terpecahkan oleh pemain mana pun. Publik sepak bola tentu menanti, akankah ada sosok baru yang mampu mereplikasi sejarah Gol Olimpiade di Piala Dunia edisi 2026 mendatang?