MALEINSPIRE.id – Layanan kesehatan di Indonesia sedang berada dalam titik balik yang krusial.
Sejak pandemi melanda, kita dipaksa untuk bergerak lebih cepat dalam melakukan transformasi medis.
Menanggapi dinamika ini, Sysmex Indonesia CEO Forum 2026 hadir sebagai wadah strategis bagi para pemimpin industri untuk merumuskan arah kebijakan dan inovasi layanan kesehatan di masa depan.
Dalam forum ini, isu mengenai pemerataan layanan dan adaptasi teknologi menjadi bahasan utama yang harus dihadapi oleh para pemimpin rumah sakit dan fasilitas kesehatan.
Menavigasi tantangan geografis dan demografis layanan kesehatan
Presiden Direktur Sysmex Indonesia, Emiliani Nababan, menegaskan bahwa transformasi kesehatan di negara kepulauan seperti Indonesia bukanlah perkara mudah.
Dengan lebih dari 17.000 pulau dan populasi mencapai 280 juta jiwa, tantangan kita dalam mendistribusikan fasilitas dan sumber daya sangatlah kompleks.
Meskipun pemerintah menunjukkan keseriusan yang tinggi, pemerataan atau health equity memerlukan kerja sama lintas sektor.
Di sinilah Sysmex Indonesia mengambil peran strategis melalui kemitraan, memastikan bahwa dukungan yang diberikan —baik berupa alat diagnostik maupun program edukasi— tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Kekuatan kolaborasi dan berbagi praktik terbaik

Salah satu esensi dari CEO Forum ini adalah memperkuat jejaring antar-rumah sakit.
Emiliani menjelaskan bahwa forum ini bukan sekadar ajang bicara, melainkan sarana untuk saling berbagi best practice.
Inspirasi dari satu rumah sakit yang sukses melakukan inovasi diharapkan dapat diadopsi oleh tim rumah sakit lainnya, sehingga kemajuan kesehatan dapat dirasakan secara kolektif.
Sysmex Indonesia juga memanfaatkan momen ini untuk mendengarkan langsung kebutuhan para penyedia layanan kesehatan.
Hal ini memungkinkan terciptanya strategi distribusi dan edukasi yang lebih efektif untuk mendukung visi besar Indonesia Sehat.
Kepemimpinan transformatif di tengah tekanan bisnis
Rumah sakit saat ini tidak hanya dituntut untuk memberikan layanan medis terbaik, tetapi juga harus mampu bertahan secara bisnis.
Perubahan regulasi pembiayaan, seperti transisi dari INA-CBG ke INA-DRG serta kompleksitas klaim BPJS, menjadi tekanan tersendiri bagi manajemen.
Oleh karena itu, tema kepemimpinan transformatif dipilih sebagai kunci utama. Sosok pemimpin yang mampu mendorong perubahan radikal di institusinya sangat dibutuhkan saat ini.
Jika pemimpin mampu memimpin sebuah institusi dengan visi yang kuat dan transformatif, perubahan positif tidak lagi mustahil untuk dicapai secara bersama-sama dalam komunitas kesehatan.
Menuju generasi sehat
Melalui kepemimpinan yang berani dan inovasi teknologi yang terus berkembang, masa depan kesehatan Indonesia tampak semakin menjanjikan.
Kita diajak untuk tidak hanya menjadi penonton dalam transformasi ini, melainkan menjadi bagian dari kolaborasi strategis yang memajukan kualitas hidup bangsa.