5 Kebiasaan yang Harus Diubah Menjelang Ramadan agar Stamina Tetap Prima

ramadan

MALEINSPIRE.id – Menjelang tanggal 18 Februari 2026, suasana menyambut bulan suci Ramadan sudah mulai terasa.

Bagi kita, Ramadan bukan hanya tentang persiapan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik.

Apakah kamu termasuk orang yang hobi begadang hingga larut malam atau sangat bergantung pada kafein untuk memulai hari? Jika iya, mungkin ini saatnya untuk mulai melakukan sedikit penyesuaian.

Mengubah kebiasaan secara mendadak saat puasa dimulai sering kali membuat tubuh kaget dan berujung pada lemas atau sakit kepala.

Kebiasaan yang harus diubah saat Ramadan

Agar ibadah berjalan optimal, berikut adalah lima kebiasaan yang perlu diubah mulai dari sekarang.

1. Geser Waktu Bangun Pagi dan Sarapan

Jika biasanya kamu terbiasa bangun di atas pukul 7.00 WIB atau bahkan lebih siang, mulailah untuk bangun lebih awal.

Cobalah menyantap sarapan sedini mungkin. Langkah ini sangat krusial sebagai simulasi waktu sahur agar metabolisme tubuh mulai terbiasa mengolah makanan di pagi buta.

Bagi yang sering melewatkan sarapan, mulailah membiasakan diri makan pagi.

Hal ini bertujuan agar tubuh memiliki cadangan energi yang stabil hingga siang hari dan melatih sistem pencernaan untuk bekerja lebih efisien sebelum masa puasa tiba.

2. Atur Ulang Konsumsi Kafein dan Makanan Pedas

ramadan

Bagi pencinta kopi, menghentikan asupan kafein secara tiba-tiba saat Ramadan dapat memicu caffeine withdrawal yang menyebabkan sakit kepala hebat.

Strategi terbaik adalah dengan melakukan penurunan dosis secara bertahap.

Jika biasanya kamu minum tiga cangkir sehari, kurangi menjadi dua, lalu satu, hingga tubuh terbiasa tanpa kafein sama sekali.

Selain itu, kurangi juga makanan yang terlalu pedas.

Mengurangi sambal atau cabai membantu lambung kamu agar tidak terlalu sensitif saat nanti harus menghadapi kondisi perut kosong selama belasan jam.

3. Hentikan Kebiasaan Begadang

Kebiasaan tidur larut malam adalah musuh utama stamina saat Ramadan.

Begadang hanya akan membuat kamu sulit bangun sahur dan menyebabkan tubuh kekurangan waktu istirahat secara kronis. Tubuh yang kurang tidur akan lebih cepat lemas dan rentan terhadap penyakit.

Usahakan untuk mendapatkan tidur berkualitas selama 7 hingga 8 jam.

Dengan istirahat yang cukup, tubuh memiliki kesempatan untuk beregenerasi sehingga kamu tetap memiliki energi untuk beraktivitas meski sedang berpuasa.

4. Tinggalkan Budaya Menunda Pekerjaan

ramadan

Selama bulan Ramadan, jam operasional kantor biasanya berubah dan menjadi lebih singkat agar pegawai bisa berbuka puasa di rumah.

Jika kamu memiliki kebiasaan menunda tugas, hal ini akan menjadi bumerang.

Pekerjaan yang menumpuk di sore hari tidak hanya menguras energi, tetapi juga merusak fokus kamu saat menjelang waktu berbuka.

Mulailah pekerjaan tepat waktu agar semua tanggung jawab selesai sebelum jam pulang tiba.

5. Lawan Rasa Malas Berolahraga

Banyak orang salah kaprah dengan menghentikan aktivitas fisik menjelang Ramadan.

Padahal, menjaga kebugaran justru sangat penting agar stamina tetap terjaga. Kamu tidak perlu melakukan latihan beban yang berat; cukup lakukan olahraga ringan seperti:

  • Jogging santai di pagi hari.

  • Jalan cepat selama 30 menit.

  • Peregangan (stretching) ringan.

Aktivitas konsisten ini akan memastikan peredaran darah lancar dan tubuh tetap bugar saat menjalankan ibadah nantinya.