Mengintip Rutinitas Kerja CEO Google DeepMind yang Berjibaku Saat Dunia Terlelap

rutinitas kerja ekstrem

MALEINSPIRE.id – Di balik kecanggihan teknologi AI seperti Gemini, terdapat sosok pemimpin dengan rutinitas kerja yang sangat tidak biasa.

CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, baru-baru ini mengungkapkan rutinitas kerja dan jam tidurnya yang ekstrem —sebuah rutinitas yang ia akui sendiri tidak untuk ditiru oleh orang lain.

Berbeda dari mayoritas pemimpin teknologi dunia seperti Sundar Pichai atau Tim Cook yang menjunjung tinggi jadwal tidur teratur, Hassabis justru memilih jalur yang berlawanan dengan jam biologis manusia pada umumnya.

Rutinitas kerja dengan konsep “Hari Kerja Kedua”

Bagi Hassabis, satu hari kerja saja tidak cukup. Dalam kesehariannya, ia membagi aktivitasnya menjadi dua fase besar:

  • Fase Pertama (Kantor & Keluarga): Hassabis menjalani rutinitas siang hari seperti profesional lainnya, mulai dari rapat hingga urusan operasional kantor. Setelah itu, ia meluangkan waktu untuk makan malam dan berkumpul bersama keluarganya.

  • Fase Kedua (Kreativitas Dini Hari): Aktivitasnya kembali memuncak pada pukul 22.00 hingga 4.00 pagi. Pada rentang waktu inilah ia fokus melakukan riset, berpikir mendalam, dan mengerjakan tugas-tugas kreatif. Hassabis mengaku jauh lebih produktif bekerja di saat dini hari dibandingkan pada pagi atau siang hari.

Pola Tidur yang Menantang Sains

Rutinitas kerja ini memaksa Hassabis untuk mengatur waktu istirahat secara tidak konvensional.

Ia baru mulai memejamkan mata sekitar pukul 4.00 dan terbangun pada pukul 10.00.

Meski rutin tidur selama enam jam, ia menyadari bahwa kebiasaan ini berpotensi memberikan dampak negatif bagi kesehatan otak.

Sebagai informasi, anjuran medis bagi orang dewasa biasanya berkisar antara 7 hingga 9 jam tidur per hari.

Hassabis sendiri mengakui bahwa pola yang telah ia jalani selama satu dekade memimpin DeepMind ini bukanlah gaya hidup ideal.

Intensitas Tinggi di Dunia Teknologi

Hassabis bukan satu-satunya pemimpin di Silicon Valley yang memiliki rutinitas kerja ekstrem.

Elon Musk, CEO Tesla, juga dikenal hanya tidur sekitar enam jam dan bahkan sempat tidur di lantai pabrik demi mengejar target produksi.

Namun, bagi Hassabis, pola ini lebih merupakan adaptasi terhadap cara kerja otaknya yang unik daripada sekadar mengejar target fisik semata.

Meskipun rutinitas ini terbukti mampu melahirkan inovasi besar seperti integrasi Google Brain dan DeepMind, pesan utama dari pengakuan Hassabis sangat jelas: kerja keras tidak harus dibayar dengan mengabaikan kesehatan.

Pola intensitas tinggi ini tetap dianggap sebagai kebiasaan yang tidak direkomendasikan untuk diikuti secara luas.