MALEINSPIRE.id – Kejujuran dalam perjodohan sering kali dianggap sebagai pilar utama dalam membangun hubungan yang kokoh.
Apalagi, jika kita memutuskan untuk mencari pasangan hidup yang tepat.
Namun, sebuah pengalaman yang dibagikan oleh seorang pria berusia 34 tahun di subreddit r/InsideIndianMarriage menunjukkan fakta baru.
Menurut dia, kejujuran dalam perjodohan –termasuk mengenai gaya hidup– tidak selalu memberikan hasil instan yang manis, meski tetap menjadi langkah yang benar.
Ketika kejujuran dalam perjodohan menimbulkan konflik
Dilansir Hindustan Times, kisah ini bermula saat sang pria terhubung dengan seorang wanita melalui jalur perjodohan.
Dalam percakapan mereka, wanita tersebut menyampaikan kriteria spesifik: ia menginginkan suami yang bersedia menjadi bapak rumah tangga, tidak mengonsumsi alkohol, dan merupakan seorang vegetarian murni.
Dengan penuh integritas, pria tersebut menjelaskan bahwa ia bukanlah vegetarian karena masih mengonsumsi ayam.
Ia juga mengaku sesekali menikmati bir, sekitar satu atau dua kali dalam sebulan.
Meski awalnya tidak mempermasalahkan, beberapa hari kemudian wanita tersebut meminta sang pria untuk menghentikan kebiasaan makannya dan berhenti minum alkohol sepenuhnya setelah menikah.
Mempertahankan Jati Diri dan Bakti kepada Orangtua

Selain perbedaan gaya hidup, muncul perbedaan prinsip mengenai bentuk keluarga.
Wanita tersebut menginginkan mereka hanya tinggal berdua, sementara sang pria merasa keberatan karena kondisi medis ibunya yang membutuhkan perawatan dan perhatiannya.
Karena merasa prinsip mereka tidak selaras, sang pria mengirimkan pesan penolakan yang sopan.
Namun, kejujuran dalam perjodohan itu justru dibalas dengan serangan personal.
Wanita tersebut menyebutnya bukan orang baik dan menganggapnya tidak layak menjadi bagian dari komunitas tertentu hanya karena gaya hidupnya.
Intervensi Keluarga yang Menegangkan
Situasi semakin memanas ketika ibu dari wanita tersebut menghubungi ayah sang pria dan memberikan label “alkoholik” kepada anaknya.
Hal ini memicu kemarahan besar dari sang ayah yang sebelumnya tidak pernah membentak putranya.
Sang ayah bahkan menuduh kejujuran dalam perjodohan sebagai alasan mengapa berbagai upaya pernikahan sang anak sebelumnya selalu gagal.
Meskipun merasa frustrasi, sang pria tetap meyakini bahwa ia telah bersikap hormat dan jujur sepanjang proses tersebut.
Ia menegaskan keinginannya untuk menemukan seseorang yang dapat menjalin koneksi tulus, bukan seseorang yang menuntutnya berubah secara paksa.
Dukungan dari Netizen
Komunitas Reddit memberikan dukungan penuh atas sikap tegas pria tersebut.
Banyak netizen berpendapat bahwa sang pria telah “menghindari peluru nyasar” (dodged a bullet) karena sifat wanita dan keluarganya yang dianggap kurang dewasa dalam menerima penolakan.
Beberapa poin penting yang ditekankan oleh netizen antara lain:
-
Pondasi Pernikahan: Pernikahan tidak seharusnya dimulai di atas dasar kebohongan.
-
Integritas Diri: Lebih baik menjadi diri sendiri dan menemukan seseorang yang menerima apa adanya daripada berpura-pura.
-
Kejujuran adalah Kebijakan Terbaik: Menyembunyikan fakta hanya akan menciptakan masalah yang jauh lebih besar setelah pernikahan berlangsung.