Mengapa Kencan Offline Kembali Jadi Tren Utama di 2026?

kencan offline

MALEINSPIRE.id – Selama hampir satu dekade, mencari pasangan identik dengan gerakan menggeser layar (swiping) tanpa henti, meninggalkan kebiasaan kencan offline yang sudah ada sebelumnya.

Namun memasuki tahun 2026, antusiasme terhadap aplikasi kencan mulai memudar.

Survei Forbes Health menemukan bahwa 78 persen pengguna merasa lelah secara mental dan fisik, sementara hampir 79 persen Gen Z melaporkan fenomena dating-app burnout.

Kini, para lajang mulai mematikan layar ponsel mereka dan memilih untuk hadir secara langsung dalam kencan offline.

Acara mixers, festival lajang, hingga makan malam terkurasi menjadi cara favorit baru untuk memicu koneksi yang lebih tulus dibandingkan sekadar interaksi digital.

Kembalinya kencan offline: ketika aplikasi kencan terasa seperti LinkedIn

kencan offline

Kelelahan akibat aplikasi kencan kini menjadi emosi dominan dalam romansa modern.

Meski menjanjikan efisiensi, aplikasi sering kali justru memberikan repetisi. Terlalu banyak pilihan membuat gairah memudar, dan setiap kecocokan (match) mulai terasa serupa.

“Melihat orang yang sama di mana-mana membuat kencan terasa seperti sedang menggulir profil LinkedIn, tapi dengan sedikit rayuan,” ujar Prakhar Almal, seorang pemuda berusia 28 tahun, seperti dilansir Hindustan Times.

Bagi banyak orang, masalah utamanya bukanlah penolakan, melainkan waktu yang terbuang.

Banyak yang menyadari bahwa mengobrol selama berminggu-minggu di aplikasi bisa berakhir sia-sia hanya dalam hitungan menit saat bertemu langsung.

Pertemuan tatap muka selama lima hingga sepuluh menit jauh lebih efektif untuk menentukan apakah ada “getaran” yang cocok atau tidak.

Mengapa pertemuan tatap muka jauh lebih efektif?

Secara psikologis, manusia tidak bisa menilai kecocokan hanya melalui foto atau teks.

Psikolog klinis Dr. Jaya Sukul menjelaskan bahwa kita sangat bergantung pada isyarat non-verbal.

“Kita mengandalkan nada suara, bahasa tubuh, dan kehadiran fisik untuk memutuskan apakah kita merasa aman dan tertarik secara tulus.”

“Aplikasi kencan menghilangkan isyarat ini, yang sering kali membuat interaksi terasa tidak pasti atau dipaksakan,” kata dia.

Dengan kencan offline, seseorang dapat dengan cepat merasakan intensitas, ketulusan, dan ketersediaan emosional lawan bicaranya, sehingga mengurangi kecemasan dan kelelahan emosional.

Mengintip keseruan singles mixers

kencan offline

Acara pertemuan lajang modern dirancang agar percakapan mengalir secara alami.

Berbagai aktivitas pemecah suasana (ice-breakers), pemilihan lokasi yang estetik, hingga kurasi jumlah peserta dilakukan dengan sangat detail.

Rhea Pius, pendiri Cupid’s Soiree, menekankan pentingnya menjaga rasio gender yang seimbang untuk menciptakan suasana yang nyaman.

“Setelah aktivitas awal selesai, peserta bebas memilih dengan siapa mereka ingin menghabiskan sisa malam tersebut,” ungkapnya.

Untuk menjamin keseriusan peserta, acara-acara ini biasanya menetapkan harga tiket tertentu.

Di India, misalnya, acara skala besar seperti ini telah merambah ke lebih dari 20 kota, membuktikan bahwa kebutuhan akan koneksi nyata sedang meledak.

Keamanan tetap menjadi prioritas

Salah satu kekhawatiran terbesar dalam pertemuan dengan orang asing adalah keamanan. Penyelenggara acara kencan offline kini menerapkan proses kurasi ketat terhadap setiap pendaftar.

“Setiap tamu diperiksa, dan kami memiliki toleransi nol terhadap perilaku yang tidak pantas,” tegas Ravinder Singh, penyelenggara Let’s Socialise.

Penggunaan ruang publik seperti restoran dan kafe serta kehadiran staf di lokasi memberikan rasa aman ekstra bagi para peserta.

Kembali ke chemistry yang nyata

Bagi banyak orang, kencan offline terasa seperti sebuah kelegaan dari tekanan untuk terlihat sempurna secara digital.

Di dunia aplikasi, setiap orang merasa harus “menjual diri” dengan foto-foto terbaik yang telah diedit.

Namun di acara pertemuan langsung, daya tarik justru muncul dari selera humor, nada suara, dan energi yang dipancarkan.

Kencan offline bukan lagi tentang membangun profil yang sempurna, melainkan tentang menunjukkan diri apa adanya dan membiarkan chemistry asli bekerja.