MALEINSPIRE.id – Pembunuhan Hinterkaifeck tetap menjadi salah satu catatan kriminal paling kelam dan penuh teka-teki dalam sejarah Jerman yang hingga kini belum menemukan titik terang.
Terletak di sebuah peternakan terpencil di pinggiran hutan Bavaria, dekat kota Gröbern, tempat ini menjadi saksi bisu pembantaian enam nyawa pada akhir Maret 1922.
Para korban meliputi Viktoria Gabriel (35), kedua anaknya, Cäzilia (7) dan Josef (2), orangtua Viktoria, Andreas dan Cäzilia Gruber, serta seorang asisten rumah tangga bernama Maria Baumgartner.
Kecurigaan warga setempat mulai muncul pada 1 April 1922, ketika Cäzilia muda tidak hadir di sekolah dan Viktoria tidak terlihat di gereja.
Setelah surat-surat mulai menumpuk di kantor pos, tetangga mereka, Lorenz Schlittenbauer, memimpin tim pencari untuk memeriksa peternakan tersebut pada 4 April.
Apa yang mereka temukan di sana adalah pemandangan traumatis yang akan menghantui wilayah tersebut selama lebih dari satu abad.
Kronologi Penemuan Jenazah dalam Pembunuhan Hinterkaifeck

Saat tim pencari memasuki bangsal, mereka menemukan empat tubuh yang bersimbah darah dan ditutupi oleh tumpukan jerami.
Di dalam rumah, mereka menemukan jenazah Josef kecil dan Maria Baumgartner, sang pelayan yang baru saja bekerja selama satu hari.
Tragisnya, pelayan sebelumnya telah meninggalkan pekerjaan tersebut karena sangat yakin bahwa rumah itu berhantu—sebuah firasat yang ternyata menjadi kenyataan pahit.
Laporan autopsi yang dilakukan oleh dr. Johann Baptist Aumüller memberikan gambaran yang sangat brutal mengenai pembunuhan Hinterkaifeck:
-
Andreas dan Cäzilia Sr.: Mengalami retak tengkorak akibat hantaman benda tumpul berkali-kali.
-
Viktoria Gabriel: Memiliki sembilan luka berbentuk bintang pada tengkoraknya.
-
Cäzilia Muda: Rahang bawahnya hancur, dan yang paling memilukan, autopsi menemukan bahwa ia sempat bertahan hidup dalam keadaan syok selama beberapa jam setelah serangan, bahkan mencabut rambutnya sendiri karena rasa sakit yang luar biasa.
-
Josef dan Maria: Keduanya tewas akibat hantaman berat pada bagian wajah dan kepala di tempat tidur mereka masing-masing.
Kejanggalan Sebelum Terjadinya Pembunuhan Hinterkaifeck
Hal yang membuat pembunuhan Hinterkaifeck begitu mengerikan bukanlah sekadar aksi kekerasannya, melainkan serangkaian kejadian aneh yang mendahuluinya.
Beberapa hari sebelum pembantaian, Andreas Gruber sempat bercerita kepada tetangganya tentang beberapa fenomena yang tidak masuk akal:
-
Jejak Kaki Tunggal: Ditemukan jejak kaki di salju yang mengarah dari hutan menuju peternakan, namun tidak ada jejak kaki yang kembali ke arah hutan.
-
Suara di Loteng: Suara langkah kaki sering terdengar dari area loteng rumah.
-
Benda yang Muncul Misterius: Andreas menemukan koran yang tidak pernah ia beli di dalam rumahnya.
-
Kunci yang Hilang: Salah satu kunci rumah menghilang sesaat sebelum kejadian.
Hal paling mengerikan adalah fakta bahwa pelaku tetap tinggal di peternakan tersebut selama beberapa hari setelah pembunuhan.
Polisi menemukan bukti bahwa perapian sempat dinyalakan, makanan dikonsumsi, dan hewan-hewan ternak tetap diberi makan saat jenazah para korban mulai mendingin di bangsal.
Teori Tersangka dan Teka-teki Pembunuhan Hinterkaifeck yang Tersisa

Pihak kepolisian awalnya mencurigai kelompok gelandangan, namun teori ini gugur karena sejumlah besar uang di dalam rumah sama sekali tidak disentuh.
Fokus investigasi kemudian beralih ke beberapa sosok yang memiliki hubungan pribadi dengan keluarga tersebut:
-
Lorenz Schlittenbauer: Sebagai mantan kekasih Viktoria, ia dicurigai karena memiliki akses ke peternakan dan menunjukkan perilaku yang terlalu tenang saat menemukan mayat. Namun, tidak ada bukti fisik yang kuat untuk menahannya.
-
Karl Gabriel: Suami Viktoria yang dilaporkan tewas di Prancis pada Perang Dunia I. Muncul teori bahwa ia sebenarnya masih hidup dan kembali untuk membalas dendam, meskipun banyak saksi tentara yang melihat kematiannya secara langsung.
-
Isu Inses: Terdapat desas-desus mengenai hubungan terlarang antara Andreas dan Viktoria, namun hal ini tidak dapat menjelaskan identitas pelaku luar yang meninggalkan jejak di salju.
Kasus ini sempat dibuka kembali berkali-kali, bahkan melibatkan paranormal.
Pada tahun 1923, peternakan tersebut dihancurkan, dan tengkorak para korban dikirim ke Munich untuk pemeriksaan metafisika sebelum akhirnya hilang saat Perang Dunia II.
Memasuki era modern, tepatnya di tahun 2007, Akademi Kepolisian Fürstenfeldbruck mencoba memecahkan pembunuhan Hinterkaifeck sebagai cold case dengan teknologi modern.
Meskipun mereka mengklaim telah menemukan satu teori yang paling masuk akal, identitas tersangka tetap dirahasiakan demi menghormati keturunan yang masih hidup.
Hingga hari ini, rahasia tentang siapa yang masuk ke peternakan melalui salju dan mengapa mereka melakukan aksi sekeji itu tetap terkubur bersama para korban di pemakaman Waidhofen.