2 Bulan Pasca Bencana Sumatra, Wahana Visi Indonesia Bantu Ribuan Anak

bencana Sumatra

MALEINSPIRE.id – Bencana Sumatra di awal tahun 2026 telah meninggalkan luka mendalam bagi banyak keluarga.

Namun, di tengah masa sulit tersebut, harapan terus bertumbuh.

Sudah dua bulan lamanya Wahana Visi Indonesia (WVI) konsisten berada di garda depan untuk memastikan para korban bencana Sumatra, terutama anak-anak, mendapatkan pendampingan yang mereka butuhkan untuk kembali bangkit.

Hingga saat ini, upaya kemanusiaan terhadap korban bencana Sumatra telah menjangkau 7.631 orang, di mana lebih dari separuhnya —sekitar 4.872 jiwa— adalah anak-anak.

Fokus WVI sangat jelas: memastikan kebutuhan dasar dan hak perlindungan anak tetap terpenuhi meski dalam situasi darurat.

Prioritas gizi dan akses air bersih kepada korban bencana Sumatra

bencana Sumatra

Dalam kondisi bencana, asupan nutrisi sering kali menjadi hal yang terabaikan.

Demi mengantisipasi hal tersebut, WVI telah menyalurkan lebih dari 11.703 paket makanan bergizi khusus untuk balita.

Pendampingan juga diberikan kepada orangtua agar mereka tetap mampu menjaga pola makan buah hati mereka di tengah keterbatasan pengungsian.

Selain gizi, akses terhadap air bersih menjadi tantangan besar lainnya.

WVI telah mendistribusikan sebanyak 135.000 liter air bersih untuk ribuan warga. Langkah ini krusial untuk mencegah penyebaran penyakit menular yang sering muncul pascabencana.

Perlindungan anak: memulihkan senyum di ruang ramah anak

Bencana Sumatra bukan hanya merusak bangunan, tetapi juga meninggalkan trauma emosional bagi anak-anak.

Oleh karena itu, WVI mengaktifkan Ruang Ramah Anak (RRA) di berbagai titik pengungsian.

Di sini, sekitar 886 anak mendapatkan dukungan psikososial melalui kegiatan bermain dan edukasi yang menyenangkan.

Salah satu cerita inspiratif datang dari Sila, seorang anak di Kabupaten Tapanuli Tengah. Melalui pendampingan WVI, ia belajar pentingnya menjaga kebersihan diri.

“Sekarang setiap sebelum atau sesudah makan dan habis bermain, saya selalu mencuci tangan dulu biar tidak gampang sakit,” tuturnya dengan penuh semangat.

Komitmen panjang hingga masa pemulihan

Direktur Nasional WVI, Angelina Theodora, menegaskan bahwa pekerjaan kemanusiaan ini masih jauh dari kata selesai.

Meskipun bantuan non-pangan seperti paket kebersihan dan perlengkapan sekolah telah menjangkau ribuan orang, masih banyak wilayah yang sulit diakses logistik namun sangat membutuhkan uluran tangan.

WVI berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan pendampingan hingga mencapai 25.000 orang pada Juni 2026 mendatang. Fokus utama tetap pada wilayah-wilayah terpencil yang selama ini minim mendapatkan bantuan.

Bagaimana kita bisa berperan

Perjuangan untuk memulihkan Sumatra adalah tanggung jawab kita bersama.

Dukungan dari masyarakat dan para mitra menjadi bahan bakar utama bagi WVI untuk terus hadir di 44 desa yang terdampak.

Saat kita bergerak bersama, beban yang dipikul oleh keluarga-keluarga di Sumatra akan terasa lebih ringan.