10 Kasus Pemusnahan Sneaker KW Terbesar di Dunia, Nilainya Capai Triliunan Rupiah

sneaker KW

MALEINSPIRE.id – Industri sepatu palsu atau yang sering dikenal sebagai sneaker KW telah berkembang menjadi gurita bisnis global yang nilainya sangat mencengangkan.

Berdasarkan data dari RunRepeat, pendapatan dari industri sneaker palsu pada tahun 2023 saja diperkirakan mencapai Rp9.733,7 triliun.

Angka ini jauh melampaui pendapatan industri sepatu asli yang “hanya” mencatatkan Rp6.467,5 triliun.

Maraknya peredaran sneaker KW ini membuat platform resale seperti StockX harus berinvestasi besar-besaran pada proses autentikasi.

Di sisi lain, raksasa seperti Nike terus bekerja sama dengan aparat hukum internasional untuk memberantas jaringan ini.

Pemusnahan sneaker KW terbesar di dunia

Berikut adalah rangkuman penggerebekan sneaker KW terbesar sepanjang sejarah.

1. Pandabuy: Gurita Digital (2024)

sneaker KW

Estimasi Nilai: Rp89,37 Triliun

Pada tahun 2024, kepolisian Shanghai, China menggerebek Pandabuy, sebuah platform belanja internasional yang sangat populer bagi pencari barang KW.

Meskipun nilai pasti dari jutaan paket yang disita belum diungkap secara rinci, otoritas memperkirakan Pandabuy menghasilkan pendapatan sebesar Rp89,37 triliun sepanjang tahun 2023 saja.

2. Operasi Kontainer Internasional (2022)

Estimasi Nilai: Rp7,67 Triliun

Investigasi selama 10 tahun membuahkan hasil luar biasa dengan penyitaan 22 kontainer berisi sneaker KW merek Nike dan Louis Vuitton.

Jaringan internasional ini terdeteksi melibatkan total 129 kontainer pengiriman barang palsu di bawah koordinasi warga negara China, Qingfu Zeng.

3. Jaringan Penyelundupan New York (2018)

Estimasi Nilai: Rp1,18 Triliun

Lima orang di New York, AS didakwa memperdagangkan Air Jordan palsu senilai Rp1,18 triliun.

Modusnya, sepatu diimpor dari China tanpa merek, lalu logo dan branding baru ditambahkan di gudang Brooklyn dan Queens sebelum dijual ke publik.

4. Penangkapan Bea Cukai Chili (2016)

Estimasi Nilai: Rp520 Miliar

Petugas bea cukai Chili menyita pengiriman 16.454 pasang sneaker KW merek Adidas dan Nike.

Meskipun jumlah pasangnya tidak sebanyak kasus lain, nilai estimasinya sangat tinggi karena kualitas palsu yang hampir menyerupai aslinya.

5. Gudang Raksasa Brooklyn (2007)

Estimasi Nilai: Rp503 Miliar

Kepolisian New York menyita hampir 300.000 pasang Nike palsu di dua gudang Brooklyn.

Jika digabung dengan barang KW lainnya seperti tas dan kacamata yang ditemukan di tempat yang sama, total nilai penggerebekan ini mencapai Rp11,3 triliun.

6. Operasi Bea Cukai Filipina (2023)

sneaker KW

Estimasi Nilai: Rp455 Miliar

Tahun 2023, otoritas Filipina menyita 2,2 juta pasang Nike palsu. Keberhasilan ini mendapat apresiasi khusus dari tim proteksi merek Nike wilayah Asia Pasifik atas efektivitas biro bea cukai setempat.

7. Skandal Staten Island (2007)

Estimasi Nilai: Rp113,7 Miliar

Sepasang suami istri menjual 160.000 pasang Nike palsu kepada petugas polisi yang menyamar. Jumlah sepatu yang disita sangat masif hingga membutuhkan 18 truk kontainer untuk mengangkutnya.

8. Penangkapan Dior x Air Jordan 1 di Dallas (2020)

Estimasi Nilai: Rp69,8 Miliar

Sebanyak 1.800 pasang kolaborasi mewah Dior x Air Jordan 1 palsu disita di Dallas.

Mengingat harga retail aslinya mencapai puluhan juta rupiah, nilai penyitaan ini melonjak drastis meskipun jumlah unitnya relatif sedikit.

9. Pasar Loak Prancis (2024)

Estimasi Nilai: Rp65 Miliar

Polisi Prancis menyita 27.000 pasang sepatu palsu, termasuk model populer Air Force 1 dan Air Max Plus. Ribuan sepatu ini rencananya akan dipasarkan di pasar loak lokal sebelum akhirnya disita dalam operasi besar-besaran.

10. Kasus James Pepion (2018)

Estimasi Nilai: Rp42,2 Miliar

Warga Portland, James Pepion, terbukti menjual sneaker KW selama tiga tahun.

Investigasi yang melibatkan Nike dan pemerintah federal berhasil menghentikan penyelundupan 649 pasang Air Jordan palsu dan menjatuhkan hukuman penjara bagi Pepion.